Pembangunan Kilang Minyak 500.000 Barel di Sumatera, Bahlil: Danantara Beri Dukungan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan--Dok/antaranews.com
RAKYATBENGKULU.COM - Pemerintah tengah mengembangkan proyek pembangunan kilang minyak berkapasitas 500.000 barel per hari di Sumatera, berdekatan dengan Singapura.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa sebagian pendanaan proyek ini akan didukung oleh Danantara, sementara pemerintah masih mencari investor tambahan.
“Sebagian (didanai) Danantara, sebagian kami lagi mencari. Kalau memang Pertamina bisa ikut, itu jauh lebih baik,” kata Menteri ESDM dikutip dari ANTARANEWS.COM, Jakarta, Jumat (7/3).
BACA JUGA:Live Tantang Duel Prajurit TNI, Briptu Richard Silalahi Berujung Panik dan Minta Maaf
Meski telah mendapatkan komitmen pendanaan awal, Bahlil belum bisa mengungkapkan secara rinci porsi investasi yang akan diperoleh di luar Danantara. “Belum sampai ke situ ya,” tambahnya.
Pertimbangan Bisnis dalam Penentuan Lokasi
Dalam pernyataan terpisah di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Bahlil menegaskan bahwa pemilihan Sumatera sebagai lokasi pembangunan kilang didasarkan pada aspek bisnis. “Ya, itu adalah pertimbangan bisnis ya,” ujarnya.
Proyek ini merupakan bagian dari program hilirisasi tahap pertama yang akan menerima investasi sebesar 40 miliar dolar AS. Pemerintah menargetkan total investasi hilirisasi mencapai 618 miliar dolar AS pada tahun 2025.
Selain pembangunan kilang minyak, terdapat beberapa proyek utama lainnya, termasuk pembangunan fasilitas penyimpanan minyak di Pulau Nipah, Kepulauan Riau. Infrastruktur ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
BACA JUGA:Dengarkan Tubuh Anda: Tips Berolahraga di Bulan Puasa, Tetap Bugar dan Sehat
BACA JUGA:Disdikbud Kaur Atur Jam Belajar Ramadan, Kegiatan Fisik Diganti dengan Kegiatan Keagamaan
Dorongan Hilirisasi di Berbagai Sektor
Tidak hanya sektor energi, pemerintah juga mendorong hilirisasi di berbagai komoditas lain, seperti tembaga, nikel, dan bauksit alumina.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

