HONDA

Penggerak Perubahan: Rumah Pintar KBA Jorong Tabek, Jantung Ekonomi Sirkular Talang Babungo

Penggerak Perubahan: Rumah Pintar KBA Jorong Tabek, Jantung Ekonomi Sirkular Talang Babungo

Kasri Satra, Ketua KBA Jorong Tabek adalah sosok penggerak perubahan di Rumah Pintar KBA Jorong Tabek yang kini jadi jantung ekonomi sirkular Talang Babungo.--dokumen/rakyatbengkulu.com

TALANG BABUNGO, RAKYATBENGKULU.COM – Di tengah sejuknya alam pegunungan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sebuah rumah panggung sederhana berdiri kokoh di Jorong Tabek, Kecamatan Hiliran Gumanti.

Bukan sekadar bangunan, inilah Rumah Pintar Kampung Berseri Astra (KBA) Jorong Tabek yang kini telah menjelma menjadi pusat inspirasi dan laboratorium ekonomi sirkular.

Hebatnya lagi, Rumah Pintar yang didirikan di KBA Jorong Tabek, Kecamatan Hiliran Gumanti, Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat itu kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi kerakyatan di Talang Babungo.

Di balik transformasi ini, berdiri sosok penggerak perubahan: Kasri Satra, Ketua KBA Jorong Tabek sekaligus inisiator utama ekosistem ekonomi sirkular yang menyatukan budaya, edukasi, dan keberlanjutan lingkungan.

BACA JUGA:Kampung Berseri Astra Rawa Makmur Kota Bengkulu Gelar Kegiatan Belajar Sambil Bermain

BACA JUGA:Grup Astra Bengkulu Salurkan Bantuan Sembako untuk Warga Kampung Berseri Astra di Lempuing dan Rawa Makmur

“Rumah Pintar ini bukan sekadar tempat belajar. Ini adalah ruang hidup bagi gagasan-gagasan baru yang lahir dari masyarakat sendiri,” ujar Kasri dengan semangat.


Bukan sekadar bangunan, inilah Rumah Pintar Kampung Berseri Astra (KBA) Jorong Tabek yang kini telah menjelma menjadi pusat inspirasi dan laboratorium ekonomi sirkular.--dokumen/rakyatbengkulu.com

Rumah Pintar: Dari Edukasi ke Inovasi Ekonomi

Dibangun secara gotong royong oleh warga pada 2019, Rumah Pintar KBA Jorong Tabek berdiri di atas lahan 4x20 meter.

Dari rumah panggung tempat tersebut lahirlah beragam inisiatif pengelolaan ekonomi yang berfokus pada pemanfaatan kembali sumber daya alam serta pengurangan limbah dan polusi.

Bangunan ini tidak hanya menjadi perpustakaan budaya, tetapi juga ruang diskusi, laboratorium sosial, dan tempat berkumpulnya lebih dari 90 pelaku ekonomi lokal, mayoritas ibu rumah tangga.

Mereka berkumpul di sini untuk berbagi ide, mengembangkan usaha, dan menciptakan solusi berbasis potensi lokal.

BACA JUGA:Astra Motor Bengkulu Ajak Siswa SMKN 2 Argamakmur Berinovasi Lewat AHM Best Student 2025

BACA JUGA:Astra Motor Bengkulu Dorong Pelajar SMK Jadi Kreator Digital Positif Lewat Synergy Youth Squad

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: