UI Minta Maaf Usai Undang Akademisi Pro-Israel Peter Berkowitz
--antaranews.com
JAKARTA, RAKYATBENGKULU.COM – Universitas Indonesia (UI) menyampaikan permohonan maaf atas kekhilafan dalam mengundang Prof. Peter Berkowitz dari The Hoover Institution – Stanford University pada kegiatan Pengenalan Sistem Akademik Universitas (PSAU) Pascasarjana UI.
Direktur Humas, Media, Pemerintah, dan Internasional UI, Arie Afriansyah, menegaskan pihaknya mengakui kurang hati-hati dalam melakukan pengecekan latar belakang tamu undangan.
“Dengan segala kerendahan hati, UI meminta maaf sebesar-besarnya kepada rakyat Indonesia atas kekhilafan ini,” ujarnya, Minggu (24/8), sebagaimana dilansir antaranews.com.
Tidak Ada Maksud Politik
Arie menekankan, kehadiran Berkowitz semata-mata untuk kepentingan akademik.
BACA JUGA:Dialog Belungguk Merah Putih Kupas Polemik PKB hingga Revisi Perda
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Bangun Jalan Air Muring–Tanjung Harapan, Siapkan Rp2 Triliun Infrastruktur 2026
Orasi yang disiapkan dalam kegiatan PSAU, kata dia, bertujuan memberi perspektif dari figur institusi terkemuka dunia dalam bidang sosial humaniora, sains, teknologi, teknik, dan matematika.
“Isi orasi lengkap dapat dilihat di kanal resmi YouTube Universitas Indonesia. Materinya murni akademik, tanpa muatan lain,” jelasnya.
Respons Publik Jadi Pelajaran
Meski begitu, Arie mengakui UI memahami reaksi dan keprihatinan publik terkait kehadiran Berkowitz yang dikenal sebagai tokoh pro-Israel.
BACA JUGA:Astra Motor Bengkulu Edukasi Mahasiswa UNIB Soal #Cari_Aman Berkendara
BACA JUGA:Harga TBS Sawit Mukomuko Stabil, Tertinggi Rp 3.000 per Kg
Menurutnya, peristiwa ini menjadi pembelajaran agar UI lebih selektif dan sensitif saat mengundang akademisi internasional di masa depan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

