HONDA

Jalan Desa Tanjung Aur Kaur Rusak Parah, Warga Bertaruh Nyawa Perbaiki Jalan Secara Mandiri

Jalan Desa Tanjung Aur Kaur Rusak Parah, Warga Bertaruh Nyawa Perbaiki Jalan Secara Mandiri

Jalan Desa Tanjung Aur Kaur Rusak Parah, Warga Bertaruh Nyawa Perbaiki Jalan Secara Mandiri--Foto KORANRB.ID

RAKYATBENGKULU.COM - Buruknya infrastruktur di wilayah pelosok Kabupaten Kaur menuai keluhan. 

Pada Minggu 28 Desember 2025, warga Desa Tanjung Aur, Kecamatan Maje, terpaksa harus turun ke jalan untuk melakukan gotong royong massal demi memperbaiki akses satu-satunya menuju desa mereka yang kini dalam kondisi memprihatinkan.

Aksi swadaya ini menjadi rutinitas wajib warga, terutama saat intensitas hujan meningkat. 

Kondisi jalan yang berlumpur dan licin membuat mobilitas masyarakat lumpuh total jika tidak segera diperbaiki secara mandiri menggunakan material seadanya seperti bekas kayu dan bambu.

BACA JUGA:B ERL Healthy Glaze Cushion: Makeup Praktis untuk Kulit Flawless Tanpa Terasa Berat

BACA JUGA:Pemerintah Targetkan 15.000 Rumah Korban Bencana Sumatra Rampung 3 Bulan

Libur (53), salah satu warga setempat yang akrab disapa Ayah Edo, mengungkapkan bahwa perbaikan mandiri ini adalah pilihan terakhir agar desa mereka tidak terisolasi. Tanpa gotong royong, kendaraan, bahkan yang sudah dimodifikasi sekalipun dipastikan akan terjebak.

"Gotong royong memang rutin dilakukan hampir setiap Minggu, kalau tidak jalan akan sulit dilalui apalagi sekarang sedang musim penghujan," katanya dikutip KORANRB.ID.

Kades Tanjung Aur, Supriyadi, membenarkan bahwa akses vital di desanya mengalami kerusakan berat yang sistemik.

Menurutnya, kerugian bukan hanya soal akses transportasi, tetapi juga memukul sektor ekonomi desa. 

Perlu diketahui, Tanjung Aur merupakan salah satu desa penghasil kopi terbesar di Kecamatan Maje, disusul komoditas cabai.

"Kami berharap jalan kami secepatnya dibangun, kondisinya semakin memprihatinkan," ujar Kades Supriyadi dengan nada khawatir.

Supriyadi menegaskan bahwa biaya angkut hasil pertanian membengkak akibat rusaknya jalan, yang pada akhirnya menurunkan kesejahteraan petani. 

BACA JUGA:Bulog Pastikan Stok Beras Sumatra Aman untuk Korban Bencana

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: