HONDA

Pertengahan Januari 2026, Harga TBS Sawit di Mukomuko Masih Stabil

Pertengahan Januari 2026, Harga TBS Sawit di Mukomuko Masih Stabil

Pertengahan Januari 2026, Harga TBS Sawit di Mukomuko Masih Stabil--

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Memasuki pertengahan Januari 2026, harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko Provinsi Bengkulu, terpantau masih stabil.

Berdasarkan data per Kamis 15 Januari 2026, harga TBS sawit di sejumlah pabrik kelapa sawit (PKS) yang beroperasi di Mukomuko berada pada kisaran Rp2.840 hingga Rp2.950 per kilogram. 

Harga tertinggi tercatat sebesar Rp2.950 per kilogram, sementara harga terendah berada di angka Rp2.840 per kilogram.

Kepala Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko, Hari Mustaman, menyampaikan bahwa hingga pertengahan Januari ini belum terjadi fluktuasi harga TBS yang signifikan di wilayah tersebut. Kondisi ini dinilai cukup positif bagi petani kelapa sawit.

BACA JUGA:Usai Tersangka, Rumah Mantan Kadis Pertambangan Bengkulu Utara Digeledah Penyidik Kejati Bengkulu

BACA JUGA:Belungguk Point Kian Populer, Dinas Pariwisata Jadwalkan Pentas Seni Rutin Digelar Tiap Malam Minggu

“Untuk harga tandan buah segar yang dibeli sejumlah pabrik di daerah ini bervariasi dan harga tertingginya saat ini Rp2.950 per kilogram dan terendahnya Rp2.840 per kilogram,” ujarnya.

Hari menjelaskan, harga tersebut merupakan harga beli di tingkat pabrik dan hanya berlaku bagi petani yang menjual hasil panennya secara langsung ke pabrik pengolahan kelapa sawit.

“Jika para petani sawit menjual lewat toke sawit, harganya lebih murah dari harga beli pabrik. Dan Ini juga harus penting dipahami agar petani bisa mempertimbangkan pilihan penjualan yang paling menguntungkan,” jelasnya.

Selain faktor jalur penjualan, ia juga mengingatkan petani agar memperhatikan kualitas panen. 

BACA JUGA:Pemkab Kaur Alokasikan Rp48,5 Miliar, TPP ASN Dipastikan Cair Setiap Bulan

BACA JUGA:Terdakwa Kasus Korupsi DPRD Kaur Divonis 5,5 Tahun, PH Minta Jaksa Tindak Lanjuti Nama-Nama Penerima Dana

Panen buah sawit yang matang sesuai standar dinilai sangat berpengaruh terhadap kualitas TBS dan harga jual di tingkat pabrik.

“Kami mengingatkan petani agar tidak memanen buah yang belum matang. Panen sesuai standar kematangan sangat berpengaruh terhadap kualitas dan rendemen, sehingga berdampak langsung pada nilai jual,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: