50 UMKM Lokal Bengkulu Siap Dibina Masuk Ritel Modern
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati--Riko Dwi Apriansyah/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM - Pemerintah Kota Bengkulu semakin serius membuka jalan bagi produk lokal agar mampu bersaing di pasar ritel modern nasional.
Melalui skema kemitraan strategis dengan jaringan ritel modern seperti Alfamart, puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kini bersiap menembus etalase pasar modern.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bengkulu, Nelawati, mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan intensif yang telah dilakukan sejak akhir tahun lalu.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Gencarkan Skrining Kesehatan Jiwa Gen Z Masuk Sekolah Tahun 2026
BACA JUGA:Menuju Kota Bersih Modern, Pemkot Bengkulu Rancang Pengadaan Mobil Penyapu Jalan Canggih
Saat ini, proses penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) masih berjalan dan dikomunikasikan langsung dengan kantor pusat pihak ritel.
“Kerja sama ini bukan wacana. Proses MoU sedang berjalan dan kami berkoordinasi langsung dengan kantor pusat ritel. Targetnya, UMKM lokal benar-benar bisa masuk dan bertahan di ritel modern,” ujar Nelawati.
Sebagai langkah konkret, Dinas Koperasi dan UKM akan menggelar pelatihan khusus bagi pelaku UMKM mulai Senin 19 Januari 2026 mendatang di ruang hidayah 1 kantor walikota Bengkulu.
BACA JUGA:Segini Anggaran yang Disiapkan Untuk Pemasangan Rangka Jembatan Lubuk Silandak, Begini Penjelasannya
BACA JUGA:Tenggat Waktu Habis, Penertiban Pasar Panorama Segera Dieksekusi
Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan kualitas produk, pengemasan, legalitas, hingga pemenuhan standar ritel modern yang dikenal ketat.
Nelawati menjelaskan, dari ratusan UMKM yang ada di Kota Bengkulu, saat ini baru 50 UMKM yang telah dinyatakan siap untuk melangkah ke tahap berikutnya.
“Standar ritel modern itu ketat, mulai dari kualitas produk, kemasan, konsistensi suplai, sampai legalitas. Karena itu, tidak semua UMKM bisa langsung masuk. Saat ini ada sekitar 50 UMKM yang siap,” jelasnya.
Produk UMKM terpilih nantinya tidak hanya akan dipajang di rak display dalam gerai, tetapi juga berpeluang menempati area halaman gerai sebagai tenant, sehingga memberikan ruang promosi yang lebih luas bagi produk lokal.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

