Pertamina Usulkan Pembatasan Pembelian LPG 3 Kg Maksimal 10 Tabung per KK Mulai 2026
Pertamina ungkap alasan pengendalian subsidi LPG 3 Kg yang diusulkan akan dibatasi 10 tabung per bulan.--ANTARA
JAKARTA, RAKYATBENGKULU.COM – PT Pertamina Patra Niaga mengusulkan kebijakan pembatasan pembelian LPG 3 kg dengan kuota maksimal 10 tabung per bulan per Kartu Keluarga (KK).
Usulan ini direncanakan mulai diterapkan pada triwulan II tahun 2026 sebagai langkah pengendalian distribusi dan penggunaan LPG bersubsidi agar lebih tepat sasaran.
Usulan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa. Menurutnya, tanpa adanya pengendalian, penyaluran LPG 3 kg berpotensi mengalami pembengkakan yang signifikan.
“Tanpa pengendalian, artinya distribusi ini dilakukan dengan tidak adanya batasan-batasan, itu akan meningkat sebesar 3,2 persen dari alokasi,” ujar Muchtasyar dalam rapat tersebut.
BACA JUGA:Lewat TJSL Kesehatan Pertamina, Angka Stunting Turun Signifikan
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Hadirkan Biosolar B40 Performance untuk Dukung Keandalan Operasional Industri
Ia menjelaskan, jika pembatasan pembelian LPG 3 kg tidak segera diterapkan, maka pembengkakan penyaluran pada tahun 2026 diperkirakan bisa mencapai 788 ribu ton.
Padahal, pemerintah telah menetapkan kuota penyaluran LPG 3 kg tahun 2026 sebesar 8 juta ton. Dengan kondisi tanpa pembatasan, total penyaluran diprediksi bisa meningkat hingga 8,788 juta ton.
Namun demikian, Muchtasyar menyebut bahwa jika distribusi LPG 3 kg dilakukan dengan skema pembatasan dan pengendalian yang jelas, kenaikan konsumsi masih bisa ditekan.
Berdasarkan proyeksi Pertamina, penyaluran LPG bersubsidi yang dikendalikan hanya akan meningkat sekitar 300 ribu ton, jauh lebih rendah dibandingkan skenario tanpa pembatasan.
BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Dukung Gusti Kalamansi Menjadi Rumah Bagi 65 UMKM Bengkulu
“Tetapi kalau dari prognosa terhadap penyaluran LPG yang dibatasi atau dikendalikan, ini akan meningkat sekitar 300 ribu ton, tidak terlalu banyak,” katanya.
Dalam pemaparannya, Pertamina juga mengungkapkan data realisasi penyaluran LPG 3 kg sepanjang tahun 2025. Tercatat, penyaluran mencapai 8.519.243 metrik ton (MT) atau setara 99,77 persen dari kuota revisi tahun 2025 sebesar 8.544.881 MT. Angka ini menunjukkan tingginya tingkat serapan LPG subsidi di masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

