HONDA

Pemkot Bengkulu Ajak Dialog dan Rangkul Driver Sampah TPA Air Sebakul

Pemkot Bengkulu Ajak Dialog dan Rangkul Driver Sampah TPA Air Sebakul

Pertemuan antara Pemkot Bengkulu dengan para supir driver angkutan sampah TPA Air Sebakul--Riko Dwi Apriansyah/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM -  Pemerintah Kota Bengkulu menunjukkan sikap terbuka dan kepemimpinan yang humanis saat menggelar pertemuan langsung bersama para supir driver angkutan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Air Sebakul.

Pertemuan ini menjadi ruang dialog sekaligus klarifikasi atas dinamika yang sempat memicu kesalahpahaman antara warga dan pemerintah, yang digelar di Balai kota Merah Putih Bengkulu, Minggu, 1 Februari 2026.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, secara terbuka mengakui bahwa dirinya sempat terkejut ketika mengetahui adanya laporan yang dibuat oleh tim hukum Pemkot ke Polres, sebagai bagian dari upaya pengamanan kebijakan pemerintah.

BACA JUGA:Ribuan Jemaah Padati Tabligh Akbar Pengajian Merah Putih di Bengkulu

BACA JUGA:Helmi Hasan Tegas: Zakat Perusahaan Harus Disalurkan Lewat BAZNAS

“Saya kaget. Saya bilang, Sudah ke Polres? Sudah? Tapi kata tim hukum ini prosedur. Saya kemudian lama merenung,” ujar Dedy Wahyudi.

Dedy mengungkapkan, sejak awal dirinya tidak pernah memiliki niat sedikit pun untuk melakukan kriminalisasi terhadap warga, apalagi terhadap para pekerja yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kebersihan Kota Bengkulu.

"Tidak ada sedikit pun niat Wali Kota untuk melakukan kriminalisasi terhadap warga. Mereka ini adik-adik saya, warga Kota Bengkulu, warganya Wali Kota,” tegasnya.

Setelah berdiskusi dengan berbagai pihak, mulai dari DPRD hingga tokoh masyarakat, Dedy pun mengambil keputusan tegas dengan meminta tim hukum segera mencabut laporan tersebut.

BACA JUGA:Alena Boutique & Hotel Bengkulu Hadir, Tawarkan Pengalaman Menginap Berbalut Budaya Jawa–Serawai

BACA JUGA:Percepatan Perumahan Bengkulu Dikebut, Pemprov Bawa Empat Program Strategis ke Pusat

“Saya katakan kepada tim hukum, cabut laporan itu. Ini bukan musuh kita. Ini keluarga kita,” katanya.

Tak hanya itu, di hadapan para sopir angkutan sampah, Dedy Wahyudi juga secara terbuka menyampaikan permohonan maaf, sebuah sikap yang jarang namun bermakna kuat dalam kepemimpinan.

“Manusia tempatnya salah dan khilaf. Saya tidak gengsi untuk minta maaf atas segala kekhilafan dan kesalahan,” ucap Dedy.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: