HONDA

Pemprov Bengkulu Usulkan Rusun ASN di RSMY dengan 60 Kamar

Pemprov Bengkulu Usulkan Rusun ASN di RSMY dengan 60 Kamar

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan--Riko/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pembangunan rumah susun (rusun) khusus Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Rumah Sakit M. Yunus (RSMY) Kota Bengkulu.

Usulan tersebut diajukan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI sebagai bagian dari upaya peningkatan pelayanan dan kenyamanan bagi ASN serta tenaga pendukung yang bertugas di sektor pelayanan publik, khususnya kesehatan.

Pemprov Bengkulu merencanakan pembangunan rusun bertingkat dengan total 60 kamar tidur. Fasilitas hunian ini diprioritaskan bagi ASN yang berasal dari luar daerah, termasuk dokter spesialis, dokter komprehensif, dokter koas, serta tenaga teknis pendukung lainnya.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan, mengatakan pembangunan rusun tersebut bertujuan menyediakan hunian yang layak, terjangkau, dan efisien bagi para pegawai yang bertugas di RSMY.

BACA JUGA:Kronologi Pria 29 Tahun di Mukomuko Ditemukan Meninggal Dunia

BACA JUGA:Kasus Penganiayaan di Selebar Viral, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

“Rusun ini kami usulkan kepada Kementerian PKP dengan konsep bangunan bertingkat dan menyediakan 60 kamar. Lokasinya direncanakan di lingkungan RSMY agar ASN maupun tenaga penunjang Pemprov Bengkulu dapat memanfaatkan fasilitas ini dengan biaya yang jauh lebih hemat dibandingkan harus tinggal di kos atau hotel,” ujar Irsan Setiawan.

Ia menjelaskan, selama ini ASN dan tenaga medis yang berasal dari luar daerah harus mengeluarkan biaya cukup besar untuk kebutuhan akomodasi selama bertugas di Bengkulu.

Dengan adanya rusun ASN di kawasan RSMY, para tenaga kesehatan diharapkan dapat tinggal lebih dekat dengan lokasi kerja sehingga efektivitas kinerja dan kualitas pelayanan kepada masyarakat dapat meningkat.

“Tujuan utama kita adalah efektivitas dan efisiensi. Mereka bisa menginap dengan nyaman tanpa harus memikirkan biaya sewa yang tinggi, sekaligus mendukung kelancaran tugas-tugas pelayanan kesehatan di RSMY,” tambahnya.

Selain memberikan manfaat langsung bagi ASN dan tenaga kesehatan, keberadaan rusun ini juga dinilai berpotensi berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui skema pengelolaan sewa.

BACA JUGA:Distan Bengkulu Tengah Perjuangkan Jalan Produksi Talang Empat ke Provinsi

BACA JUGA:Dari Banyuwangi ke Pasar Lebih Luas, Petani Buah Naga Naik Kelas Berkat Program Klasterku Hidupku BRI

Meski tarif sewa direncanakan lebih rendah dibandingkan harga kos atau hotel, pengelolaan rusun tetap dapat menjadi sumber pemasukan daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: