HONDA

DPRD Dorong Transformasi TPA Bengkulu Jadi Tempat Pemrosesan Residu

DPRD Dorong Transformasi TPA Bengkulu Jadi Tempat Pemrosesan Residu

DPRD Dorong Transformasi TPA Bengkulu Jadi Tempat Pemrosesan Residu--Riko/rakyatbengkulu.com

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Persoalan sampah di Kota Bengkulu mulai diarahkan pada solusi jangka panjang melalui transformasi pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

Anggota DPRD Kota Bengkulu, Irman Sawiran, menegaskan TPA tidak lagi ideal jika hanya berfungsi sebagai lokasi penumpukan sampah. 

Ke depan, TPA direncanakan beralih menjadi tempat pemrosesan residu dengan sistem pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Irman menyebutkan, perubahan konsep tersebut sedang disiapkan melalui penyusunan regulasi baru yang menitikberatkan pada pengelolaan sampah secara terpadu dari hulu hingga hilir.

BACA JUGA:Upayakan Keadilan, Tim Hukum Terdakwa Mega Mall Hadirkan Empat Saksi Ahli, Adu Argumen Warnai Persidangan

BACA JUGA:Gerakan Indonesia ASRI Satukan Pemprov Bengkulu dan Polda Bersihkan Pantai Panjang

“Ke depan, kita tidak ingin TPA hanya menjadi tempat buang sampah terakhir. Kita rencanakan agar fungsinya beralih menjadi tempat pembuangan residu. Artinya, hanya sisa sampah yang benar-benar tidak bisa diolah lagi yang masuk ke TPA,” ujar Irman Sawiran.

Menurut Irman, regulasi yang disusun memiliki dua fokus utama. Pertama, pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga. Kedua, pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi agar tidak hanya menjadi beban lingkungan.

“Pemilahan harus dimulai dari rumah. Sampah organik, anorganik, dan residu harus dipisahkan. Selain itu, kita ingin sampah memiliki nilai ekonomi, bukan sekadar menjadi beban lingkungan,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bengkulu, Afriyenita, menyampaikan bahwa persoalan sampah memang berakar dari rumah tangga. Tanpa pemilahan sejak awal, penanganan di TPA dinilai tidak akan berjalan maksimal.

“Masalah sampah tidak bisa hanya diselesaikan di TPA. Pemilahan harus dimulai dari rumah tangga. Kami terus mengajak kelurahan, LPM, serta memaksimalkan peran Bank Sampah agar sampah organik dan plastik sudah dipisahkan sejak dari sumbernya,” jelas Afriyenita.

BACA JUGA:Pasokan Mulai Terbatas, Harga Cabai Merangkak Naik Jelang Ramadan

BACA JUGA:Kampung Ramadan 2026 Disiapkan di Masjid Raya Baitul Izzah, Padukan Ibadah, UMKM dan Sosial

DLH Kota Bengkulu juga tengah menyiapkan langkah modernisasi TPA agar berfungsi sebagai lokasi pemrosesan akhir sampah yang lebih ramah lingkungan dan efisien, bukan sekadar tempat pembuangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: