BBI Lubuk Pinang Ditarget Sumbang Rp20 Juta untuk PAD Mukomuko
Kepala Dinas Perikanan Mukomuko, Rahmad Hidayat--Bayu/Rakyatbengkulu.com
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko menargetkan Balai Benih Ikan (BBI) Lubuk Pinang mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp20 juta pada 2026.
BBI yang berlokasi di Desa Lubuk Pinang tersebut tidak hanya berfungsi sebagai pusat pembibitan ikan air tawar bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu unit usaha daerah yang menopang pendapatan sektor perikanan.
Saat ini, BBI Lubuk Pinang melayani kebutuhan benih ikan air tawar seperti lele, nila, serta berbagai jenis ikan konsumsi lainnya yang banyak dibudidayakan masyarakat.
Produksi benih terus dioptimalkan untuk memenuhi permintaan petani ikan sekaligus menjaga ketersediaan stok sepanjang tahun.
BACA JUGA:Pemkot Bengkulu Saring Ketat Usulan Warga, Tak Semua Masuk RKPD 2026
BACA JUGA:Peringati Hari Pers Nasional, Astra Motor Bengkulu Gelar Fun Media Motour Camp 2026
Kepala Dinas Perikanan Mukomuko, Rahmad Hidayat, mengatakan pengelolaan BBI diarahkan tidak hanya untuk mendukung ketahanan pangan berbasis perikanan, tetapi juga memberi kontribusi ekonomi bagi daerah.
“BBI Lubuk Pinang kami dorong untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas benih ikan. Hasil dari kegiatan usaha benih ini diharapkan bisa menjadi salah satu penunjang PAD Kabupaten Mukomuko. Tahun ini, kami menargetkan kontribusi sekitar Rp20 juta dari sektor tersebut,” ujar Rahmad Hidayat, Senin 23 Februari 2026.
Menurutnya, peningkatan produktivitas dan inovasi menjadi kunci agar target tersebut tercapai.
Selain mengejar pendapatan, pihaknya juga berkomitmen menjaga mutu benih serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pembudidaya.
BACA JUGA:Izin Perumahan di Kota Bengkulu Bisa Selesai Dua Hari, Ini Syaratnya
BACA JUGA:ADD dan DD Tahap Pertama 2026, Dua Desa di Kota Mukomuko Sudah Ajukan
“Kami tidak hanya fokus pada pencapaian target PAD, tetapi juga ingin memastikan masyarakat pembudidaya mendapatkan benih terbaik dengan harga terjangkau. Dengan begitu, roda ekonomi di sektor perikanan bisa terus bergerak dan memberi manfaat luas bagi warga,” tutup Rahmad Hidayat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



