Dugaan Pemotongan Dana PIP di SMAN 6 Mukomuko Rp100–200 Ribu per Siswa, Kepsek Buka Suara
Kepala SMAN 6 Mukomuko, Azwar Anas, S.Pd--
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dugaan pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP) mencuat di SMAN 6 Mukomuko, Kecamatan Terunjam, Kabupaten Mukomuko.
Kepala sekolah setempat diduga memotong dana bantuan pendidikan sebesar Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per siswa penerima PIP tahun 2025.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, siswa kelas X dan XI menerima dana PIP sebesar Rp1.800.000 per orang, sedangkan kelas XII menerima Rp950.000 per orang. Namun, dana yang diterima disebut tidak utuh karena diduga telah dilakukan pemotongan.
Berdasarkan data, jumlah penerima PIP di SMAN 6 Mukomuko tercatat sebanyak 30 siswa dari total 148 siswa.
BACA JUGA:CJH Bengkulu 2026 Mulai Divaksin, Dinkes Siapkan 8 Puskesmas untuk Layanan Kesehatan Haji
BACA JUGA:Rejang Lebong Dipilih untuk Sekolah Garuda, Ini Penegasan Gubernur Helmi Hasan
Rinciannya, kelas X sebanyak 6 siswa, kelas XI 7 siswa, dan kelas XII 17 siswa. Pencairan dana dilakukan dua kali dalam setahun.
Jika dugaan pemotongan Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per siswa benar terjadi, maka total dana yang terpotong dalam satu kali pencairan bisa mencapai jutaan rupiah.
Mengacu pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar, dana PIP tidak diperbolehkan dipotong, dialihkan, atau dimanfaatkan untuk kepentingan di luar kebutuhan pribadi peserta didik penerima.
Dana PIP sendiri disalurkan langsung ke rekening masing-masing siswa dan hanya dapat digunakan untuk kebutuhan pendidikan.
Kepala SMAN 6 Mukomuko, Azwar Anas, S.Pd, membantah adanya pemotongan dana PIP oleh pihak sekolah.
BACA JUGA:Rotasi Berisiko Vitor Perreira Bawa Nottingham Forest Melenggang ke 16 Besar Liga Europa
BACA JUGA:Gubernur Helmi Hasan Salurkan Bantuan dan Tambah 10 Ambulans Baru untuk Kepahiang
"Saya pastikan pihak sekolah tidak ada melakukan pemotongan dana PIP yang diterima siswa kita. Karena dana itu langsung masuk ke rekening siswa itu sendiri dan juga mereka sendiri yang mengambilnya di Bank," dalilnya kepada awak media, Jumat 27 Februari 2026.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



