Di Tengah Efisiensi Anggaran, Dana Perjalanan Dinas DPRD Mukomuko Justru Membengkak, Segini Nilainya
Gedung DPRD Mukomuko--Bayu/Rakyatbengkulu.com
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Dugaan penggelembungan anggaran operasional berupa perjalanan dinas (Perdin) di Sekretariat DPRD Mukomuko menjadi sorotan di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada banyak program pembangunan daerah.
Saat sejumlah proyek prioritas daerah seperti pembangunan jalan, irigasi, jembatan, peningkatan gedung sekolah hingga fasilitas kesehatan ditunda bahkan dihapuskan, anggaran perjalanan dinas DPRD Mukomuko justru tercatat cukup besar.
Pada tahun anggaran 2026, dana perjalanan dinas di Sekretariat DPRD Mukomuko dianggarkan mencapai Rp7 miliar.
Anggaran tersebut bahkan disebut hanya cukup untuk kebutuhan 10 bulan, bukan untuk satu tahun penuh.
BACA JUGA:Lengah di Menit Akhir, Manchester United Takluk dari Newcastle United Meski Unggul Jumlah Pemain
Besarnya alokasi tersebut memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai proses pembahasan anggaran yang dilakukan di DPRD.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD memiliki salah satu fungsi utama sebagai budgeter, yaitu memastikan alokasi anggaran daerah digunakan sesuai kebutuhan masyarakat serta mendukung pembangunan daerah.
Namun dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), hampir seluruh anggaran pembangunan infrastruktur disebut mengalami pengurangan bahkan penghapusan.
Tak hanya itu, belanja rutin di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga mengalami pemangkasan signifikan.
Bahkan ada OPD yang hanya mendapatkan anggaran Rp12 juta untuk belanja alat tulis kantor (ATK) selama satu tahun.
Di sisi lain, besarnya anggaran perjalanan dinas DPRD memunculkan kekhawatiran bahwa alokasi tersebut berpotensi kembali ditambah dalam APBD Perubahan 2026.
Sementara itu, kebijakan efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah pusat, termasuk untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG), berdampak pada pemangkasan anggaran daerah.
APBD Kabupaten Mukomuko yang sebelumnya lebih dari Rp1 triliun, kini mengalami pengurangan signifikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



