HONDA

Program BRUS Kemenag Mukomuko Sasar Pelajar, Edukasi Bahaya Pernikahan Dini dan Narkoba

Program BRUS Kemenag Mukomuko Sasar Pelajar, Edukasi Bahaya Pernikahan Dini dan Narkoba

Kepala Kemenag Mukomuko, H Widodo, SH.I--

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Mukomuko gencar melaksanakan penyuluhan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) di sejumlah sekolah.

Program ini dilakukan sebagai upaya mencegah pernikahan dini di kalangan pelajar sekaligus menekan berbagai persoalan remaja, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga kenakalan remaja.

Kepala Kemenag Mukomuko, H Widodo, SH.I, mengatakan kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan oleh masing-masing Kantor Urusan Agama (KUA) dengan menyasar siswa di berbagai sekolah.

BACA JUGA:ASN dan PPPK di Kota Bengkulu Wajib Lunasi Pajak untuk Cairkan Gaji ke-13

BACA JUGA:Drama 7 Gol di Madrid, Atletico Hancurkan Tottenham 5-2

Dalam kegiatan itu, para pelajar diberikan pemahaman lebih luas mengenai risiko sosial dan kesehatan yang dapat muncul jika remaja mengambil keputusan hidup tanpa pertimbangan yang matang.

"BRUS merupakan bagian dari upaya pembinaan generasi muda agar lebih siap menghadapi masa depan. Program ini tidak hanya menyoroti persoalan pernikahan dini, tetapi juga berbagai tantangan yang dihadapi remaja saat ini," ujarnya, Rabu 3 Maret 2026.

Menurutnya, melalui kegiatan tersebut para siswa diberikan pemahaman mengenai kesehatan reproduksi, kematangan emosional, serta pentingnya perencanaan masa depan sejak usia sekolah.

"Melalui BRUS, para siswa dibekali pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, kesiapan mental, serta bagaimana merencanakan masa depan dengan baik. Ini penting agar mereka tidak mengambil keputusan yang dapat merugikan diri sendiri," katanya.

BACA JUGA:Bertemu Dirut PTPN I, Wagub Bengkulu Mian Ajukan Hibah Lahan 100 Hektare untuk Bandara TNI AU

BACA JUGA:Bantah Kriminalisasi ART, Kuasa Hukum Tegaskan Terdakwa Kasus Kekerasan Anak di Bengkulu adalah Babysitter

Ia menegaskan, pernikahan pada usia yang terlalu muda kerap berdampak pada berbagai persoalan, baik dari sisi pendidikan, ekonomi maupun kesehatan.

Selain itu, materi penyuluhan juga menyinggung bahaya penyalahgunaan narkoba serta berbagai bentuk kenakalan remaja yang berpotensi merusak masa depan generasi muda.

Karena itu, penyuluhan kepada remaja dinilai menjadi langkah penting untuk membangun kesadaran sejak dini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: