HONDA

Kasus Gigitan HPR di Mukomuko Capai 54, Dinkes Siapkan Vaksin Rabies

Kasus Gigitan HPR di Mukomuko Capai 54, Dinkes Siapkan Vaksin Rabies

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan--

MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR) di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, mencapai 54 kasus hingga triwulan pertama tahun 2026.

Data tersebut merupakan akumulasi laporan Dinas Kesehatan (Dinkes) Mukomuko sejak Januari hingga Maret 2026.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Mukomuko, Hamdan, menyebut jumlah kasus terdiri dari 23 kasus pada Januari, 16 kasus Februari, dan 15 kasus Maret.

"Ya benar, kalau untuk triwulan pertama tahun 2026 ini, sudah ada sebanyak 54 kasus gigitan HPR yang terjadi di Mukomuko," ujarnya. 

BACA JUGA:Jelang Musda Golkar Bengkulu Memanas, Gugatan Dilayangkan ke Mahkamah Partai

BACA JUGA:Napoli Hajar Cremonese 4-0, Tekan Inter Milan di Puncak Klasemen Serie A

Untuk mencegah penyebaran rabies, Dinkes Mukomuko telah menyiapkan Vaksin Anti Rabies (VAR) bagi masyarakat yang mengalami gigitan.

VAR digunakan untuk mencegah infeksi virus rabies setelah seseorang tergigit hewan penular, seperti anjing, kucing, kera, hingga kelelawar.

"Untuk ketersediaan vaksin di Dinkes Mukomuko saat ini ada sebanyak 21 vial, sementara Puskesmas Rabies Center di wilayah Mukomuko tersedia 180 vial," jelasnya.

Dinkes mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan kasus gigitan hewan penular rabies, terutama jika hewan menunjukkan gejala mencurigakan.

BACA JUGA:Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Hadirkan Akses Energi Bagi Petani, Dukung Swasembada Pangan Nasional

BACA JUGA:Menag Sebut Kerukunan Umat Beragama di Bengkulu Terbaik, Buka Peluang Universitas Negeri Baru

"Jika terjadi gigitan Hewan Penular Rabies (HPR), segera cuci luka bekas gigitan menggunakan sabun di bawah air mengalir, sebelum mendapatkan pertolongan medis," imbaunya.

Ia menjelaskan, hewan yang terinfeksi rabies umumnya mengalami perubahan perilaku, seperti menjadi lebih agresif, mudah marah, dan menyerang tanpa sebab.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: