Harga Gabah Kering di Mukomuko Kembali Menguat, Tertinggi Capai Rp7.100 per Kilogram
Harga Gabah Kering di Mukomuko Kembali Menguat, Tertinggi Capai Rp7.100 per Kilogram--
MUKOMUKO, RAKYATBENGKULU.COM – Kabar baik datang bagi petani padi di Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.
Harga Gabah Kering Panen (GKP) kembali menunjukkan tren positif dengan harga tertinggi mencapai Rp7.100 per kilogram di tingkat petani.
Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp6.700 hingga Rp6.800 per kilogram, sehingga memberikan keuntungan lebih bagi para petani.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, mengatakan harga gabah saat ini telah berada di atas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.
BACA JUGA:DPRD Bengkulu Siap Laporkan PKS Nakal ke Kementerian, Izin Terancam Dicabut
BACA JUGA:Kapolda Bengkulu Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Pantai Panjang Lewat Gerakan Indonesia ASRI
“Untuk saat ini harga gabah kering panen di tingkat petani mencapai Rp 7.100 per kg,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma saat dikonfirmasi, Jumat (19/6/2026).
Ia mengungkapkan, harga GKP yang mencapai Rp7.100 per kilogram menjadi kabar positif karena telah melampaui HPP yang ditetapkan pemerintah.
"Kalau untuk HPP nya itu sebesar Rp6.500, sedangkan saat ini harga sudah mencapai Rp7.100. Dan harga ini bahkan melebihi harga HPP," ungkapnya.
Selain harga yang meningkat, hasil panen petani pada musim panen kali ini juga dinilai cukup baik. Bahkan, di sejumlah wilayah terjadi peningkatan produktivitas dibandingkan musim sebelumnya.
BACA JUGA:Disdikbud Bengkulu Pastikan Sekolah Bebas Atur Seragam, Namun Wajib Perhatikan Kemampuan Orang Tua
BACA JUGA:Honda Supra GTR 150 Tampil Lebih Modern dengan Panel Meter Full Digital
Menurut Elxsandi, rata-rata petani di Kecamatan Lubuk Pinang dan sekitarnya mampu menghasilkan gabah sebanyak 6 hingga 9 ton per masa panen.
"Sekarang posisi sedang bagus, harga tinggi dan hasil juga turut meningkat. Dengan harga gabah yang relatif baik diharapkan produktivitas pertanian di daerah ini tetap terjaga serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




