Diaspora Rejang Menyalakan Harapan Dari Rantau
Prof. Dr. Ir. Abdul Hamid, M.P. --
Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P.
Peneliti Utama Bidang Kebijakan Publik BRIDA Jawa Timur
RAKYATBENGKULU.COM - Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan oleh organisasi masyarakat Puak Rejang yang berada di berbagai daerah perantauan.
Melalui kegiatan Sunatan Massal yang mencapai puncaknya pada 27 Juni 2026, para perantau membuktikan bahwa meskipun berada jauh dari tanah kelahiran, kecintaan kepada kampung halaman tidak pernah pudar.
BACA JUGA:Perkiraan Akar Bencana Lebong: Krisis Ekologi dan Luka Terdalam Kelompok Rentan
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa diaspora lokal mampu menjadi kekuatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kampung halaman.
Berbekal semangat gotong royong, para perantau dari Jakarta, Depok, Bandung, Surabaya, dan berbagai daerah lainnya bergandengan tangan menyukseskan kegiatan sosial yang penuh makna ini.
Sunatan massal bukan hanya membantu masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menjadi instrumen mempererat silaturahmi antarsesama anak rantau serta memperkuat hubungan dengan masyarakat di tanah kelahiran.
BACA JUGA:Usai Diperiksa hingga Malam, Yeyen Langsung Ditetapkan Tersangka dan Ditahan di Mapolda Bengkulu
BACA JUGA:Shelter BTS di Pasar Baru Bengkulu Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Baterai
Nilai kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada daerah asal menjadi semangat utama yang terus dijaga oleh keluarga besar Puak Rejang.
Apresiasi setinggi-tingginya disampaikan kepada Ketua Panitia beserta seluruh jajaran, khususnya Wandik, Anang, Buchari, Rusli Jamal, serta seluruh relawan dan donatur dari berbagai kota yang telah mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan rezekinya demi suksesnya kegiatan ini.
Secara pribadi, saya, Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P., yang saat ini berdomisili di Surabaya, Jawa Timur, menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat hadir secara langsung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




