Kemendikdasmen Minta SMK Punya LMS, Sertifikat Lulusan Bisa Dilacak Industri
Kemendikdasmen mendorong SMK menggunakan LMS untuk memperkuat rekam kompetensi lulusan melalui platform Digiskillbadge.--antaranews.com/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong sekolah menengah kejuruan (SMK) memperkuat sistem rekam kompetensi siswa.
Setiap SMK diminta memiliki Learning Management System (LMS) untuk mencatat proses belajar dan capaian peserta didik.
Data tersebut nantinya dapat terhubung dengan profil digital siswa melalui platform Digiskillbadge.
Kebijakan ini diarahkan untuk membuat rekam jejak kompetensi lulusan lebih transparan.
BACA JUGA:Saldo Tabungan Simpeda Tembus Rp74,86 Triliun, Asbanda Ungkap Strategi Baru BPD
BACA JUGA:UMKM Bengkulu Catat Transaksi Rp955 Juta di KKI 2026, Kopi Tembus Kemitraan
Industri juga dapat menelusuri proses pendidikan dan sertifikasi yang dimiliki calon tenaga kerja.
Direktur SMK Kemendikdasmen Arie Wibowo mengatakan LMS menjadi kebutuhan penting dalam penguatan ekosistem kompetensi lulusan.
“Untuk penguatan sekolah, tentu saja sekolah kami minta untuk punya LMS,” ujar Arie usai menghadiri peluncuran Platform Digiskillbadge di Faculty Club UI, Depok, Senin.
Mengapa SMK diminta memiliki LMS?
LMS berfungsi merekam berbagai aktivitas pembelajaran siswa secara sistematis.
Capaian peserta didik juga dapat terdokumentasi dalam sistem tersebut.
Data itu kemudian dapat menghasilkan badge atau tanda capaian kompetensi.
Badge tersebut dapat ditempatkan pada profil digital siswa di platform Digiskillbadge.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



