Membangun Desa Bengkulu Melalui Pertanian Unggul
Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P.--ist/rakyatbengkulu.com
Stevia, Kolaborasi Kemendes PDT–Kopassus, dan Penguatan Ekonomi Desa
Oleh: Prof. Dr. Ir. H. Abdul Hamid, M.P.
Peneliti Utama BRIN/BRIDA Jawa Timur
Kepakaran Kebijakan Publik Bidang Lingkungan, Pertanian dan Kehutanan
Putra Daerah Bengkulu
Pembangunan desa jangan berhenti pada pembangunan fisik.
Infrastruktur harus menjadi jalan menuju peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, saya menyambut positif kolaborasi Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto bersama Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi untuk pembangunan desa di Bengkulu.
Program Karya Bakti yang direncanakan mulai Oktober 2026 diharapkan tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat.
BACA JUGA:Abad Kedua NU: Dari Kekuatan Massa Menuju Kedaulatan Ekonomi
BACA JUGA:Jangan Tebang Pohon! Perdagangan Karbon Adalah Masa Depan Ekonomi Hijau Surabaya dan Jawa Timur
Sebagai putra daerah Bengkulu, saya melihat momentum ini sangat strategis.
Setelah jalan dan fasilitas dasar dibangun, desa harus memiliki komoditas unggulan, pasar yang pasti, dan industri pengolahan.
Stevia: Pertanian Bernilai Tambah
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


