Latihan SAR Gabungan Digelar di Danau Mas Harun Bastari, Ini Risiko yang Diantisipasi
Latihan SAR gabungan di Danau Mas Harun Bastari, Rejang Lebong, untuk meningkatkan kesiapsiagaan penyelamatan dan keselamatan wisata di Bengkulu.--antaranews.com/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Kesiapsiagaan menghadapi kecelakaan wisata menjadi perhatian dalam Latihan Gabungan Search and Rescue (SAR) Ceria Wisata di Danau Mas Harun Bastari (DMHB), Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.
Latihan ini melibatkan potensi SAR dari tiga kabupaten, yakni Rejang Lebong, Lebong, dan Kepahiang.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kemampuan penyelamatan sekaligus meningkatkan koordinasi lintas instansi.
Kepala Unit Siaga SAR Basarnas Rejang Lebong, Erfian Hadinata, mengatakan latihan mencakup sejumlah keterampilan penting.
BACA JUGA:BPK Catat Jasa Tenaga Ahli Rp60 Juta dan Lembur Rp19,29 Juta di DPRD Bengkulu Utara Bermasalah
BACA JUGA:Seluruh 26 Kru KM Prima Sentosa Selamat dari Kebakaran di Perairan Bengkulu
Personel mendapatkan pelatihan penyelamatan di perairan dan penanganan medis darurat.
Menurut Erfian, latihan gabungan tersebut terbagi menjadi empat sesi.
Rangkaian kegiatan meliputi apel gabungan, simulasi pertolongan di permukaan air dan Medical First Responder, sesi berbagi pengalaman, serta praktik lapangan.
"Latihan gabungan ini kami bagi menjadi empat sesi, yaitu apel gabungan, simulasi pertolongan di permukaan air dan Medical First Responder, sharing session, serta praktik lapangan," kata Erfian di Rejang Lebong, Sabtu.
Apa Saja Risiko yang Menjadi Perhatian Tim SAR?
Erfian menjelaskan, sejumlah kejadian darurat kerap membutuhkan penanganan SAR di Rejang Lebong, Lebong, dan Kepahiang.
Risiko tersebut meliputi orang tenggelam, hanyut, tersesat di gunung, hingga bencana tanah longsor.
Kondisi ini menuntut kesiapan personel menghadapi berbagai situasi darurat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


