Telur Retak Masih Aman Dimakan? Kenali Resikonya
Telur Retak Masih Aman Dimakan? Kenali Risikonya dan Cara Mengolah yang Benar--Instagram/nyonyamoy.id
RAKYATBENGKULU.COM - Telur menjadi salah satu bahan makanan yang mudah diolah dan sering tersedia di dapur.
Namun, tidak sedikit orang menemukan telur dengan cangkang retak, baik saat membeli maupun ketika membawanya pulang.
Kondisi ini kerap menimbulkan pertanyaan: apakah telur retak masih aman dikonsumsi?
Jawabannya bergantung pada kapan retakan terjadi dan bagaimana kondisi telur setelahnya.
BACA JUGA:Samsung Galaxy Tab S10+ Cocok untuk Kuliah? Ini 5 Keunggulannya
BACA JUGA:Tetap Stylish Meski Cuma Antar Anak Sekolah, Ini 5 Gaya Outfit Mama Muda yang Bisa Ditiru
Cangkang telur berfungsi sebagai pelindung alami dari kontaminasi.
Ketika lapisan tersebut rusak, bakteri berpeluang masuk dan mencemari bagian dalam telur.
Karena itu, konsumen perlu memahami perbedaan telur yang sudah retak sebelum dibeli dan telur yang tidak sengaja pecah selama perjalanan atau saat berada di rumah.
Telur Retak Sebelum Dibeli Sebaiknya Dibuang
Pakar keamanan pangan sekaligus Direktur Alliance to Stop Foodborne Illness, Vanessa Coffman, PhD, mengingatkan bahwa telur yang sudah retak sebelum dibeli sebaiknya tidak dikonsumsi.
BACA JUGA:Tiwi/Fadia Juara HYLO Open 2026! Jonatan Christie Gagal
BACA JUGA:BNPB Terbitkan 8 Langkah Hadapi Musim Hujan 2026/2027, Daerah Diminta Siaga Bencana
“Jika retakan terjadi sebelum Anda membawa telur pulang, sebaiknya buang telur tersebut atau jangan membeli kartonnya,” kata Coffman seperti dikutip dari laman Health.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


