Sound Horeg Semarak Merah Putih Curup Tuai Pro Kontra
Festival sound horeg dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih 2026 di Curup, Rejang Lebong, menuai keluhan warga akibat suara keras.--ist/rakyatbengkulu.com
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Festival sound horeg dalam rangkaian Gebyar Semarak Merah Putih 2026 di Rejang Lebong menuai pro dan kontra.
Kegiatan yang digelar Kamis, 5 November 2026, itu mengundang antusiasme penonton sekaligus keluhan warga.
Suara menggelegar dari perangkat sound system yang berkeliling pusat Kota Curup mengganggu aktivitas masyarakat.
Bahkan, sejumlah sekolah mengambil keputusan meliburkan siswa selama festival berlangsung.
BACA JUGA:Bengkulu Berpeluang Jadi Pusat Industri Peternakan Sumatera
BACA JUGA:RS Pratama Ipuh Target Layani Pasien BPJS Desember 2026
Keputusan tersebut diambil karena suara musik dinilai mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Salah satu sekolah yang terdampak adalah TK Pertiwi.
Umar Dani, salah satu wali murid TK Pertiwi, mengatakan keputusan meliburkan siswa merupakan hasil kesepakatan sekolah dan orang tua.
"Atas kesepakatan pihak sekolah dengan para wali murid, akhirnya diputuskan anak-anak didik diliburkan di hari festival sound horeg itu," ujar Umar Dani.
Keluhan juga muncul dari lingkungan sekolah lainnya.
Suara keras festival terdengar hingga SMPN 1, SMPN 5, dan SMAN 1 Rejang Lebong.
Ketiga sekolah tersebut berada di sekitar pusat kegiatan Semarak Merah Putih.
Lokasinya berada di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Dwi Tunggal, Kecamatan Curup.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:


