SLANK

Minggu 30-05-2021,11:15 WIB
Reporter : redaksi rb
Editor : redaksi rb

Oleh: Dhimam Abror Djuraid

"Woy siapa yang kentut nih..? Bang bang tut akar kulang kaling Siapa yang kentut ditembak raja maling Musuh dalam selimut, sama juga maling Mulut bau kentut, di belakang ngomong miring"

Itu adalah potongan lirik lagu "Bang Bang Tut" dari grup band Slank. Semua Slankers di Indonesia pasti hafal lagu itu, karena itu salah satu hit Slank. Bang Bang Tut adalah bagian dari tembang atau lagu yang biasanya dinyanyikan dalam dolanan atau permainan di lingkungan anak-anak di Jawa (di beberapa daerah lain juga,red). Lagu ini semacam mediasi untuk menyelesaikan sengketa dalam satu kelompok. Ketika terjadi masalah dalam kelompok dan tidak ada yang mengaku bersalah maka mekanisme Bang Bang Tut dipakai untuk menyelesaikan masalah.

BACA JUGA:  Said Didu Sindir Keras Erick Thohir, Pascaditetapkannya Abdee Slank jadi Komisaris Telkom

Masalah itu digambarkan dalam kasus seseorang yang kentut atau buang gas. Ketika sekelompok anak bermain tiba-tiba ada yang kentut dan mengeluarkan bau tidak sedap. Yang terjadi kemudian saling tuding karena masing-masing tidak ada yang saling mengaku.

Mekanisme untuk menyelesaikan masalah ini sangat khas anak-anak, sederhana, polos, lugu, tetapi efektif, dan yang penting, semua senang tidak ada yang harus kehilangan muka.

Semua anggota kelompok berdiri membuat lingkaran. Lalu seorang anak dipilih secara aklamasi untuk menjadi pengadil dengan menyanyikan Bang Bang Tut. Baca Selanjutnya>>>
Tags :
Kategori :

Terkait