Penduduk di Lebong Bertambah Lebih Seribu Jiwa

Selasa 09-11-2021,13:29 WIB
Reporter : redaksi rb
Editor : redaksi rb

  TUBEI - Jumlah penduduk di Kabupaten Lebong diyakini naik lebih seribu jiwa. Sesuai Data Konsolidasi Bersih (DKB) semester I yang dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), jumlah penduduk Lebong mencapai 108.028. Artinya ada penambahan penduduk baru 700 jiwa.

Sedangkan untuk DKB semester II masih dalam proses penghitungan karena masih menunggu tutup tahun Desember. ''Kami yakin kenaikan penduduk tahun ini lebih dari seribu jiwa,'' ujar Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Lebong, Elva Mardiana, S.IP, M.Si.

Kenaikan jumlah penduduk Lebong tidak hanya karena kelahiran. Namun juga dipengaruhi jumlah penduduk yang pindah datang. ‘’Artinya jumlah penduduk yang masuk lebih banyak dari jumlah penduduk yang keluar,’’ ungkap Elva.

Begitu juga penduduk yang meninggal dunia. Jumlahnya masih di bawah angka kelahiran. Agar data kependudukan tetap valid, diharapnya masyarakat proaktif melaporkan setiap perubahan struktur keanggotaan di keluarganya. ''Baik pengurangan anggota keluarga karena pindah domisili atau meninggal dunia maupun penambahan jumlah anggota keluarga karena kelahiran dan pindah datang harus rutin dilaporkan ke Dukcapil,’’ ucap Elva.

Teknis pelaporan harus dilakukan melalui perangkat RT, RW, kelurahan dan desa hingga kecamatan yang berujung di Ducapil. Jika perubahan struktur jumlah penduduk rutin dilaporkan, pastinya akan sangat membantu Pemkab Lebong dalam menentukan kebijakan dan pemetaan pembangunan.

Terpisah, Bupati Lebong, Kopli Ansori mengingatkan seluruh masyarakat Lebong mendukung program tertib administrasi kependudukan. Bentuknya dimulai dengan tertib membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) hingga pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA). ''Termasuk mengurus akta kelahiran dan akta kematian yang terus silih berganti dalam sebuah keluarga,’’ sebut Kopli.

Dengan semakin tertibnya administrasi kependudukan, Bupati yakin ke depan tidak akan terjadi kebijakan yang salah sasaran. Baik untuk masalah penanggulangan kemiskinan maupun peta pembangunan yang prorakyat. ''Mari sama-sama kita memulai tertib administrasi dari lingkup keluarga,’’ demikian Kopli.(sca)

Tags :
Kategori :

Terkait