Solskjaer Dipecat

Senin 22-11-2021,12:26 WIB
Reporter : redaksi rb
Editor : redaksi rb

  OLAHRAGA, rakyatbengkulu.com- David Moyes, Louis van Gaal, dan Jose Mourinho masih mampu merasakan gelar juara ketika meninggalkan Manchester United.

Hal itu berbeda dengan Ole Gunnar Solskjaer. Paling lama melatih United ketimbang pendahulunya atau hampir empat tahun, Solskjaer meninggalkan The Red Devils kemarin (22/11) tanpa satu pun trofi.

Ya, Solskjaer yang dianggap paling memahami DNA United warisan Sir Alex Ferguson malah bergelimang catatan buruk.

BACA JUGA:  Atlet Kota Mendominasi, Ini Hasil Lengkap Kejurprov Kekalahan 1-4 oleh Watford FC kemarin, yang berujung lengsernya Solskjaer, menjadi rapor paling memalukan The Red Devils saat menghadapi klub promosi di ajang Premier League.

”Memalukan melihat cara bermain kami (melawan Watford FC, Red). Klub seperti Manchester United seharusnya bertarung memperebutkan trofi juara,” ucap kiper United David de Gea seperti dilansir Manchester Evening News.

De Gea merupakan pemain paling lama yang membela United atau sejak musim panas 2011. Bek tengah Phil Jones juga sedekade membela United, tetapi sudah lama terpinggirkan dari pemain yang tanpil reguler.

Gary Neville, mantan kapten United, menyebut bahwa ucapan De Gea secara eksplisit memperlihatkan buruknya situasi ruang ganti United.

Bahkan, seperti dilansir media-media Inggris, beberapa pemain menangis di ruang ganti setelah kekalahan di Vicarage Road, kandang Watford FC.

Hal itu tentu menjadi tugas berat bagi pengganti Solskjaer. Sembari mencari pelatih interim yang akan bertugas sampai akhir musim, United menunjuk asisten pelatih Michael Carrick sebagai karteker.

BACA JUGA:  FC Barcelona vs RCD Espanyol, Musim Barca Baru Dimulai Itu mengingat United sudah ditunggu laga di Liga Champions melawan tuan rumah Villarreal CF pada Rabu dini hari (24/11).

Meski karteker, Carrick tentu diharapkan tidak makin memperburuk situasi di United.

Sebagai sosok yang sudah berada di staf kepelatihan United sejak 2018 atau setelah pensiun sebagai gelandang The Red Devils selama 12 musim, Carrick juga memahami DNA United era Fergie –sapaan akrab Sir Alex Ferguson.

Justru di situlah masalahnya. Carrick bakal terjebak dalam lingkaran Fergie. Seperti diungkapkan oleh pandit sekaligus mantan gelandang serang timnas Inggris era 1990-an, Paul Merson.

Menurut Merson, sudah saatnya United berkembang dengan gaya permainan yang update alias tidak terjebak dalam embel-embel DNA United era Fergie.

”Saya memang tidak termasuk fans dia (Solskjaer) karena menurut saya, dia hanya beruntung (bisa bertahan lama di United, Red),” tutur Merson kepada Daily Star.

ESPN mengutip sumber di internal United juga melansir bahwa gaya melatih Solskjaer sejatinya tidak disukai beberapa pemain karena ”terlalu Inggris”. Yaitu, tidak mengikuti gaya sepak bola modern seperti yang disajikan oleh Juergen Klopp di Liverpool FC, apalagi Pep Guardiola (Manchester City).

Di sisi lain, keputusan United berpisah dengan Solskjaer membawa konsekuensi berupa pemberian pesangon lumayan besar untuk pelatih asal Norwegia tersebut. Seiring masih terikat kontrak sampai Juni 2024, United harus membayar Solskjaer GBP 7,5 juta atau setara dengan Rp 143,45 miliar. (jawapos)

Tags :
Kategori :

Terkait