Irigasi Rusak, 100 Hektare Lahan Kekeringan, Petani Rugi Rp 4 Miliar

Rabu 22-12-2021,14:37 WIB
Reporter : redaksi rb
Editor : redaksi rb

BENGKULU TENGAH, rakyatbengkulu.com – Irigasi yang rusak di wilayah persawahan Lubuk Serigo, Kelurahan Taba Penanjung, Kecamatan Taba Penanjung merupakan irigasi primer yang menjadi tanggung jawab Pemprov Bengkulu. Kepala Dinas Pertanian Bengkulu Tengah, Endang Sumantri, SH, MH menjelaskan hasil pemantauannya diketahui irigasi yang jebol tersebut sepanjang 42 meter.

Menurut Endang, pihaknya akan menyurati Pemprov agar melakukan perbaikan pada irigasi tersebut. "Selain menyurati Pemprov, kami juga akan menyurati pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan dari pusat. Juga meminta bantuan BPBD, sebab di BPBD ada anggaran untuk melakukan perbaikan yang diakibatkan oleh bencana. Irigasi tersebut rusak disebabkan bencana banjir beberapa tahun lalu," jelasnya.

Endang menerangkan irigasi yang rusak membuat para petani tidak bisa menanam padi. Pihaknya telah melakukan penghitungan bersama para petani. Diketahui para petani mengalami kerugian mencapai Rp 4 miliar. Lahan yang terdampak kekeringan akibat kerusakan irigasi ini mencapai 100 hektare.

"Dengan jebolnya irigasi sepanjang 42 meter tersebut, akibatnya air yang berasal dari sungai tidak bisa mengalir ke siring yang terhubung ke area persawahan masyarakat. Dari total keseluruhan lahan, hanya tersisa sekitar 25 hektare yang masih produktif. Lahan tersebut masih digarap dan ditanami padi karena masih memiliki simpanan air cadangan," terangnya.

Endang menambahkan, persawahan yang mengalami kekeringan dan tidak bisa digarap tersebut, sebagaian besar dialihfungsikan dengan ditanami bibit palawija dan jagung menggunakan bantuan benih dari BPTP. Dengan kondisi ini, ia berharap Pemprov maupun pemerintah pusat bisa segera memperbaiki irigasi yang rusak tersebut. "Hal ini harus segera dilakukan karena menyangkut perekonomian dan kondisi ketahanan pangan di Bengkulu Tengah," ujarnya.

Sebelumnya, petani Sawah Lubuk Serigo, Hairil menjelaskan, irigasi ini yang mengairi air ke persawahan Lubuk Serigo sudah rusak sejak tahun lalu. Rusaknya irigasi ini terputusnya jaringan irigasi yang mengalir ke persawahan. Dengan kondisi ini sejak tahun lalu hingga tahun ini, lahan persawahan mereka tidak bisa ditanami padi.

"Sejak akhir tahun lalu, kami tidak tanam padi lagi. Kondisi sawah kering. Percuma saja kalau kami masih nekat menanam padi. Padi tidak akan berkembang dan gagal panen," sesalnya.

Kondisi tersebut berdampak pada pendapatan dan perekonomian petani yang memiliki lahan sawah di Lubuk Serigo. Ada beberapa petani yang mengalihfungsikan lahan untuk menanam tanaman lain seperti palawija, namun kebanyakan lahan didiamkan saja oleh para petani, karena mereka sangat berharap saluran irigasi diperbaiki dan mereka kembali menanam padi.

"Kami berharap pemerintah bisa memperbaiki jaringan irigasi untuk mengairi areal persawahan Lubuk Serigo," harap Hairil.(jee)

Tags :
Kategori :

Terkait