TAUSIYAH: Kriteria Kebahagiaan Dunia

Jumat 18-02-2022,08:45 WIB
Reporter : redaksi rb
Editor : redaksi rb

BENGKULU, rakyatbengkulu.com - Suatu hari Rasulullah SAW bertemu salah se - orang sahabatnya yang mana kondisi kehidupan sahabat Rasulullah tersebut sangat memprihatinkan sehingga mengundang perhatian Rasulullah SAW.

Kemudian Rasulullah bertanya kepada sahabat tersebut : “Mengapa keadaanmu seperti ini? Lalu sahabat tersebut menjawab :Ya Rasulullah aku selalu berdo’a kepada Allah “Ya Allah berilah aku kesengsaraan hidup didunia ini dan jadikan kesengsaraan dunia sebagai asbab untuk mendapatkan kebahagian akhirat”.

Selanjutnya Rasulullah berkata : ‘maukah aku tunjukkan do’a yang lebih baik dari do’a mu itu? Dari peristiwa ini maka turun ayat 201 surat Al-Baqarah yang artinya : “Ya Allah berilah kami kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka”.

Rasulullah SAW lebih suka kita punya kerangka berfikir bahwa kita diharuskan berusaha untuk mendapatkankebahagiaan dunia dan akan menjadikan kebahagiaan dunia sebagai jembatan untuk mendapatkan kebahagian akhirat.

Do’a ini sangat akrab ditelinga kita, selalu dibawa dalam setiap akhir sholat lima waktu bahkan disetiap acara resmi bahkan jamaah haji bertalbiyah dan tawaf mengelilingi Ka’bah selalu membaca do’a ini, tampaknya do’a ini menjadi urat nadi kehidupan kita.

Ibnu Abbas ulama tafsir menyebutkan bahwa ada enam kebahagiaan yang harus kita capai di dunia ini.

Pertama pasangan hidup yang Sholeh/sholihahin sangat penting karena pasangan hidup yang Sholeh/Sholihah itu akan melahirkan keluarga yang rukun, harmonis, bahagia artinya keluarga yang samara (sakinahmawaddahwarahmah).

Kedua, Memiliki keturunan/anak yang menjadi penyejuk hati. Inilah yang disebut dengan anak yang Sholeh yang selalu mendo’akan orangtuanya.

Ketiga Lingkungan yang baik artinya mempunyai tetangga yang baik beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Keenam, harta yang halal. Keenam, keinginan untuk mempelajari dan memahami Islam dan mau mengamalkannya.

Umur yang berkah, artinya menggunakan umur untuk mencari keredhoan Allah SWT. Jadi ketika kita memanjatkan doa “Rabbana atina fiddunia Hasanah...”

(Ya Allah berilah kami kebahagiaan dunia), maka 6 itulah yang kita minta :pasangan hidup yang Sholeh/Sholehah, anak yang Sholeh/Sholehah, harta yang halal, ilmu yang bermanfaat dan umur yang berkah. (iks)

Tags :
Kategori :

Terkait