Migor Capai Rp 35 Ribu/Kg

Senin 21-02-2022,09:20 WIB
Reporter : redaksi rb
Editor : redaksi rb

  KAUR, rakyatbengkulu.com – Selain permasalahan kelangkahan minyak goreng (migor) subsidi, masih banyak warga yang belum mengetahui dan merasakan migor dengan harga murah Rp 14.000 per kg.

Aliman, warga Kecamatan Muara Sahung mengatakan kemarin (20/2) harga migor di Pasar Kalangan Bukit Makmur masih tetap di harga yang tinggi dan cukup bervariasi yakni Rp 27 ribu - 35.000 per kg. Ia mengaku adanya migor subsidi Rp 14.000 per kg sampai saat ini belum pernah dirasakan masyarakat.

BACA JUGA:  Gudang Juga Kekurangan Stok Minyak Goreng Meski ada migor curah dengan harga murah Rp 18.000 per kg, namun dengan kualitas migor sangat tidak meyakinkan, keruh dan memiliki warna yang pekat sehingga cukup menjadi pertimbangan jika dibeli.

”Kami berharap memiliki hak yang sama dengan warga di perkotaan yang dapat membeli migor dengan harga subsidi,” harap Alimin.

Terpisah, Ketua Forum Kepala Desa (FKD) Kecamatan Muara Sahung, Musliadi membenarkan harga migor yang ada di Pasar Kalangan Bukit Makmur belum sesuai dengan harga migor murah yang ditetapkan pemerintah.

Untuk Pasar Bukit Makmur yang berjarak 2 km dari jalan poros Tanjung Iman – Ulak Bandung, akses jalannya cukup bagus. Sehingga akses jalan bukan menjadi alasan untuk menaikkan harga.

Dijelaskannya, pedagang yang berjualan di pasar kalangan ini mayoritas dari Bintuhan. ”Kita berharap ada pengawasan dinas terkait dalam penjalualan migor ini,” ujarnya.

 
Turun Lapangan
BACA JUGA:  Kartu BPJS Kesehatan Syarat Jual Beli Tanah, Luqman PKB: Konyol Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindag Kabupaten Kaur, Agusman Efendi, SE, MM menjelaskan pihaknya sudah turun ke lapangan menyikapi permasalah migor ini dan sudah berkordinasi dengan Dinas Perindag Provinsi Bengkulu.

Untuk migor di Kabupaten Kaur didistribusi oleh distributor Wahan Tirta Sari, Roda Mas, dan Telaga Mas.

Diterangnya, untuk Kabupaten Kaur tidak memiliki distributor Khusus sehingga masih menginduk ke distributor yang menyuplai migor daerah lain. Untuk kemarin, stok migor kosong semua, baik di retail modern maupun pasar tradisional.

”Kita sudah pastikan saat sidak, jika ada minyak migor masuk dari Bengkulu dan Lampung, itu dijemput sendiri oleh pedagang. Namun kalau dari distributor yang mengantarkannnya belum ada,” bebernya. (cw3)

Tags :
Kategori :

Terkait