KEPAHIANG,RAKYATBENGKULU.DISWAY.ID – Sudah banyak pengaduan masyarakat, terkait aktivitas warung remang-remang (Warem) di kawasan jalan lintas gunung atau liku sembilan. Kerap dirazia, namun tak lama aktivitas hiburan malam di sana kembali seperti sedia kala. Malah, belakangan ditenggarai makin eksis dengan praktek prostitusi terselubungnya. Mengenai hal ini Kepala Satpol PP dan Damkar Kabupaten Kepahiang, Abdul Gani, S.Sos tak menampiknya. Diakui, pihaknya juga mendapat pengaduan dari masyarakat. Hal ini menurutnya, sebagai bentuk perhatian masyarakat dengan kondisi sosial di sekitarnya. “Ya informasi tersebut disampaikan masyarakat kepada Pak Bupati dan Pak Sekda, kemudian disampaikan kepada kita untuk ditindaklanjuti dengan melakukan pengawasan,” ujar Gani. BACA JUGA: Dibongkar Lagi, Pemilik Warem sudah Kabur Duluan Jika nantinya benar ditemukan ada unsur praktik prostitusi di wilayah jalur lintas gunung tersebut, maka Burlian menegaskan pihaknya akan langsung melakukan tindakan represif untuk menertibkan warem itu. “Saat ini selain melakukan pengawasan, kita juga sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Desa Tebat Monok, untuk bersama melakukan pengawasan. Dan dalam waktu dekat ini baik pihak kecamatan dan Desa Tebat Monok akan kita undang untuk duduk bersama membahas persoalan ini,” jelas Gani. BACA JUGA: Hantam Truk yang Sedang Parkir, Begini Kondisi Gran Max Berpenumpang 9 Orang, 3 Luka Serius Diketahui sebelumnya, masyarakat Desa Tebat Monok Kecamatan Kepahiang resah dan mengadu kepada Bupati Kepahiang. Bahwa di jalur lintas gunung tersebut, diduga kerap terjadi praktik prostitusi. Seperti, panti pijat dan warung remang-remang. Bahkan menurut sebagian masyarakat, praktik tersebut belakangan sudah mulai dilakukan secara terang-terangan. “Ada beberapa warung di kawasan liku sembilan ini yang diduga sering melakukan praktik prostitusi. Memang tidak semuanya, namun kami khawatir gara-gara hal ini seluruh warung masyarakat yang ada di kawasan ini akan dianggap buruk oleh orang luar. BACA JUGA: PNS Kelurahan sudah Tak Bernyawa di Kebun Sawit Untuk itulah kami berharap kepada pemerintah agar bisa mengambil tindakan untuk hal ini,” keluh salah satu warga Desa Tebat Monok yang enggan disebutkan identitasnya. (sly)
Warem di Liku Sembilan Makin Eksis
Selasa 26-07-2022,01:24 WIB
Editor : Redaksi
Kategori :
Terkait
Rabu 05-11-2025,08:27 WIB
Pelajar SMA di Kepahiang Luka Parah Akibat Duel Berdarah, Polisi Buru Pelaku Penusukan
Sabtu 01-11-2025,07:56 WIB
Kepahiang Jadi Tuan Rumah HUT ke-80 PGRI dan Hari Guru Nasional 2025 Tingkat Provinsi Bengkulu
Selasa 21-10-2025,18:19 WIB
Perbakin Bengkulu ke Kepahiang, Semangati Atlet dan Kontribusi ke Petani Lewat Berburu Hama Babi
Jumat 10-10-2025,10:55 WIB
Viral ASN Kepahiang Injak Al-Qur’an, Aksi Live TikTok Tuai Kecaman
Jumat 29-08-2025,09:02 WIB
Setelah Anjlok Dua Bulan, Harga Kopi Tembus Rp60 Ribu per Kg
Terpopuler
Senin 16-02-2026,15:58 WIB
Honda Community & Media Fun Motour Camp 2026: Perpaduan Touring, Kebersamaan, dan Petualangan
Senin 16-02-2026,13:10 WIB
Harga TBS Sawit Mukomuko Jelang Puasa 2026 Stabil, Tertinggi Rp3.050 per Kg
Senin 16-02-2026,10:27 WIB
Cuti Bersama Imlek 2026, ASN Pemkab Mukomuko Dilarang Tambah Libur
Senin 16-02-2026,11:09 WIB
Dana Desa 2026 Bengkulu Tengah Tembus Rp38,3 Miliar, Ini Desa Penerima Terbesar
Senin 16-02-2026,09:15 WIB
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp14.000, Kini Rp2.940.000 per Gram
Terkini
Senin 16-02-2026,18:00 WIB
Program Bedah Rumah 2026, 58 RTLH di Kota Bengkulu Siap Diperbaiki
Senin 16-02-2026,16:41 WIB
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Lebong Diprotes Warga, Pemda Fasilitasi Musyawarah
Senin 16-02-2026,15:58 WIB
Honda Community & Media Fun Motour Camp 2026: Perpaduan Touring, Kebersamaan, dan Petualangan
Senin 16-02-2026,15:56 WIB
Pekan Depan, Jalan KZ Abidin Kota Bengkulu Resmi Terapkan Sistem Satu Arah
Senin 16-02-2026,15:09 WIB