JAKARTA, rakyatbengkulu.disway.id – Kementerian Perdagangan menyusun sejumlah strategi baru untuk menaikkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.
Dengan demikian, di tingkat petani harga TBS sawit bisa di atas Rp 2.000/kg. Di antaranya, penghapusan pungutan ekspor dan peningkatan rasio pengali hak ekspor atas pendistribusian minyak goreng di dalam negeri (domestic market obligation/DMO). Dengan demikian, kuota ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan produk turunannya menjadi lebih besar. “Pemerintah saat ini menghapus sementara pungutan ekspor (PE) untuk CPO menjadi nol dari sebelumnya sebesar USD 200/ton. BACA JUGA:Harga TBS Sawit di Bengkulu Berangsur Naik, Pabrik Terapkan Harga yang Telah Ditentukan Pemerintah Penghapusan sementara itu terlihat telah memberikan manfaat bagi para petani dan pengusaha sawit di tanah air,” kata Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan kemarin (3/8). Kemendag juga telah memberlakukan angka pengalian konversi hak ekspor atas pendistribusian DMO CPO menjadi sebesar 1:9 kali dari sebelumnya 1:7 kali. Kebijakan tersebut sudah berlaku sejak 1 Agustus 2022. “Dengan meningkatkan angka pengali konversi hak ekspor menjadi 1:9, serta ditambah insentif pendistribusian DMO dalam bentuk minyak goreng kemasan merek Minyakita, perusahaan akan dapat mengekspor 13,5 kali lipat dari realisasi DMO, lebih tinggi daripada sebelumnya,” paparnya. Pria yang akrab disapa Zulhas itu menegaskan, pemerintah melalui Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1.117 Tahun 2022 juga memberikan insentif pengali regional atas pendistribusian DMO minyak goreng ke wilayah tertentu. BACA JUGA:Menko Airlangga Tegaskan Minyak Sawit Jadi Solusi Krisis Pangan dan Energi Dunia Khususnya daerah-daerah yang pasokannya belum optimal seperti wilayah timur sehingga akan dapat meningkatkan kuota ekspor bagi produsen/eksportir. “Kebijakan itu diterapkan untuk memenuhi pasokan minyak goreng di wilayah Indonesia Timur yang saat ini masih minim dan distribusinya masih terkonsentrasi di wilayah barat Indonesia,” ucapnya. Selain itu, lanjut Zulhas, Kemendag telah melakukan penyesuaian kebijakan penerbitan harga referensi yang menjadi dasar penentuan pungutan ekspor dan bea keluar (BK) atas ekspor komoditas CPO dan produk turunannya dari sebulan sekali menjadi dua minggu sekali. (agf/c12/dio)Bikin Harga TBS di Atas Rp 2.000, Kemendag lakukan Ini
Kamis 04-08-2022,09:05 WIB
Editor : adminrakyatbengkulu2
Kategori :
Terkait
Jumat 07-11-2025,14:25 WIB
Minggu Pertama November, Harga TBS Sawit di Mukomuko Kembali Turun, Tertinggi Rp 2.940 Per Kilogram
Sabtu 01-11-2025,16:34 WIB
Harga TBS Sawit di Mukomuko Turun Awal November, Ini Harga Tertinggi dan Terendahnya
Sabtu 25-10-2025,16:20 WIB
Harga TBS Sawit di Mukomuko Alami Penurunan, Tertinggi Rp3.060 per Kilogram
Sabtu 11-10-2025,19:18 WIB
Harga TBS Kelapa Sawit Mukomuko Terbaru Tembus Rp 3.120 per Kilogram
Jumat 03-10-2025,15:23 WIB
Harga TBS Sawit di Mukomuko Kembali Naik Awal Oktober 2025, Tertinggi Rp 3.060 per Kilogram
Terpopuler
Selasa 10-02-2026,18:58 WIB
Mantan Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi Ikut Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tambang Batubara
Rabu 11-02-2026,11:59 WIB
Peran Imron Rosyadi di Kasus Tambang, Diduga Terbitkan SK Tanpa Rekomendasi dan Terima Rp600 Juta
Rabu 11-02-2026,08:34 WIB
Como Lolos ke Semifinal Coppa Italia Usai Taklukkan Napoli
Rabu 11-02-2026,08:53 WIB
Diduga Sering Berduaan, Oknum PPPK dan Teman Prianya Digerebek Warga Kepahiang
Terkini
Rabu 11-02-2026,17:59 WIB
Ibu Korban Pengeroyokan SMA di Bengkulu Ungkap Anaknya Masih Alami Trauma hingga Terbawa Mimpi
Rabu 11-02-2026,16:40 WIB
Kampung Ramadhan 2026 Kota Bengkulu Disiapkan Jadi Pusat UMKM dan Destinasi Ngabuburit
Rabu 11-02-2026,14:01 WIB
Disperindag Belum Dibuka di Seleksi Terbuka JPT 2026, Pemkot Tunggu Lampu Hijau BKN
Rabu 11-02-2026,13:55 WIB
Alokasi Pupuk Subsidi Bengkulu 2026 Menyusut, Distribusi Dikawal Ketat
Rabu 11-02-2026,13:51 WIB