- Visual sebagai kunci: sebanyak 62,9% hoaks berbentuk kombinasi antara teks dan video.
- Platform berbasis video seperti TikTok dan YouTube menjadi saluran utama penyebaran hoaks terkait pemilu.
- Hoaks juga cenderung mengeksploitasi emosi negatif.
Dalam suasana politik yang rawan disinformasi ini, kita harus siap menghadapi penyebaran hoaks dengan strategi yang efektif.
Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat sipil, dan platform media sosial sangat diperlukan untuk menjaga integritas pemilu dan melindungi demokrasi.