Sejak kecil, laki-laki sering diarahkan untuk lebih berorientasi pada pemecahan masalah dan berpikir kritis.
Sementara perempuan lebih diarahkan untuk memperhatikan aspek emosional dan hubungan sosial.
Di dunia kerja, misalnya, profesi yang berhubungan dengan sains, teknologi, dan matematika sering didominasi oleh laki-laki.
Sehingga muncul anggapan bahwa mereka lebih logis.
Padahal, perempuan yang mendapatkan pendidikan dan kesempatan yang sama juga mampu menunjukkan keterampilan berpikir logis yang setara.
BACA JUGA:Mengontrol Emosi dengan Tips Menggenggam Jari Tangan
BACA JUGA:Bukan Sekedar Destinasi Wisata: Tempat-Tempat yang Mengajarkan Arti Hidup
Kesimpulan: Siapa yang Lebih Logis?
Berdasarkan sains, tidak ada bukti kuat bahwa laki-laki secara alami lebih logis daripada perempuan.
Perbedaan cara berpikir lebih dipengaruhi oleh faktor biologis dan sosial, bukan karena laki-laki lebih rasional atau perempuan lebih emosional.
Sebagai manusia, kita semua menggunakan logika dan emosi dalam berbagai aspek kehidupan.
Dalam situasi tertentu, laki-laki lebih fokus pada analisis dan pemecahan masalah.
Sementara perempuan lebih mempertimbangkan aspek emosional dan hubungan sosial.
BACA JUGA:Usai Dipanggil Kejari, Mantan Ketua DPRD Rejang Lebong Kembalikan 2 Mobil Dinas
BACA JUGA:10 Cara Efektif Mengelola Emosi Anak, Orang Tua Perlu Tahu!
Namun, keduanya memiliki potensi yang sama untuk berpikir logis dan rasional jika diberikan kesempatan dan pendidikan yang setara.