Negara dengan Jam Kerja Terpanjang di Dunia: Dampak dan Tantangan bagi Pekerja

Kamis 03-04-2025,19:09 WIB
Reporter : Rizky Nova Amelia
Editor : Rizky Nova Amelia

BACA JUGA:Ramainya Wisatawan Saat Libur Lebaran, Penyewaan Ban di Pantai Jakat Senyum Sumringah Raup Keuntungan

Namun, pemerintah Singapura juga telah berupaya meningkatkan keseimbangan kerja dengan memberikan lebih banyak fleksibilitas kepada pekerja.

4. Jepang

Jepang memiliki budaya kerja yang sangat disiplin dan keras.

Istilah "karoshi" yang berarti "kematian karena kerja berlebihan" menjadi bukti bahwa jam kerja yang panjang dapat berakibat fatal bagi pekerja.

Rata-rata pekerja Jepang bekerja lebih dari 1.800 hingga 2.000 jam per tahun.

Meskipun ada regulasi yang membatasi jam kerja, banyak pekerja tetap bekerja lebih lama.

BACA JUGA:Operasi Ketupat dan PSU Jadi Fokus Polres Bengkulu Selatan, Kapolres Berikan Imbauan

BACA JUGA:Tiket Masuk Rp10 Ribu dan Hiburan Musik, Pantai Pasar Bawah Jadi Destinasi Populer Selama Libur Lebaran

Karena tekanan dari perusahaan dan budaya kerja yang sangat kompetitif.

Dampak terhadap Pekerja

Jam kerja yang panjang dapat memberikan berbagai dampak negatif bagi pekerja, di antaranya:

- Masalah kesehatan

Kurangnya waktu istirahat dapat menyebabkan stres, kelelahan, dan penyakit kronis.

- Menurunnya produktivitas

Studi menunjukkan bahwa bekerja terlalu lama justru dapat menurunkan produktivitas karena tingkat kelelahan yang tinggi.

Kategori :