3. Penggunaan Lensa Kontak yang Berlebihan
Pemakaian lensa kontak dalam waktu lama tanpa istirahat atau tidak sesuai anjuran dapat menghambat aliran oksigen ke mata dan menyerap kelembapan alami.
Ini menyebabkan iritasi, mata terasa kering, dan memerah.
4. Faktor Usia dan Hormon
Seiring bertambahnya usia, produksi air mata cenderung menurun, terutama pada wanita setelah menopause.
BACA JUGA:Dugaan Korupsi Pembebasan Lahan Rp11 Miliar, Kejari Seluma Tetapkan 8 Tersangka Termasuk Eks Bupati
BACA JUGA:Pemkab Seluma Tertibkan Aset, 17 Mobil Dinas Disita karena Pajak dan Peruntukan Bermasalah
Perubahan hormon ini dapat memicu sindrom mata kering.
5. Efek Samping Obat dan Penyakit Tertentu
Obat-obatan seperti antihistamin, dekongestan, dan obat tekanan darah tinggi bisa mengurangi produksi air mata.
Selain itu, penyakit autoimun seperti sindrom Sjögren atau lupus juga kerap memicu mata kering kronis.
Cara Mengatasi dan Mencegah
Untuk meredakan mata kering dan merah, penting untuk mengatur waktu istirahat saat bekerja di depan layar (aturan 20-20-20), menggunakan tetes mata buatan, serta menjaga kelembapan udara di ruangan.
BACA JUGA:Target Rp240 Juta PAD, Pemkab Kepahiang Andalkan Penataan Pasar dan Kepatuhan Retribusi
BACA JUGA:Festival Gurita 2025 Siap Digelar, Kaur Gaet Wisatawan Lewat Surfing dan Kuliner
Hindari merokok, konsumsi cukup air, dan perhatikan kebersihan lensa kontak.