RAKYATBENGKULU.COM - Serat adalah elemen penting dalam diet yang sering kali terabaikan meskipun memiliki peran krusial bagi kesehatan tubuh.
Namun, tahukah Anda bahwa serat sebenarnya terbagi menjadi dua jenis yang memiliki fungsi berbeda?
Memahami perbedaan antara serat larut dan tidak larut, serta bagaimana mengonsumsinya dengan bijak, dapat membantu Anda menjaga kesehatan pencernaan dan tubuh secara keseluruhan.
Serat Larut: Pahlawan untuk Kadar Kolesterol
Serat larut, seperti yang ditemukan dalam oatmeal, kacang-kacangan, buah-buahan seperti apel, dan sayuran tertentu, memiliki kemampuan untuk larut dalam air dan membentuk gel.
Proses ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam tubuh, yang berkontribusi pada kesehatan jantung.
Selain itu, serat larut memperlambat proses pencernaan, yang membantu mengontrol kadar gula darah dan memberikan rasa kenyang lebih lama, bermanfaat bagi pengelolaan berat badan.
Serat Tidak Larut: Sahabat Pencernaan yang Sehat
Serat tidak larut, yang banyak ditemukan dalam gandum utuh, sayuran berdaun hijau, dan kulit buah, tidak larut dalam air dan membantu mempercepat proses pencernaan dengan menambah volume tinja.
Ini penting untuk mencegah sembelit dan meningkatkan kesehatan usus secara keseluruhan.
BACA JUGA:Dua Gebrakan Bupati Arie: Perhatian untuk Tokoh Agama dan Tekan Kasus DBD Hingga 70 Persen
BACA JUGA:Kita Gak Harus Jadi Orang Baik di Mata Semua Orang: Saatnya Memilih Untuk Siapa Kamu Baik
Dengan mengonsumsi cukup serat tidak larut, Anda dapat menjaga pergerakan usus yang lancar dan mencegah masalah pencernaan lainnya seperti divertikulosis.