
BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Bengkulu tengah menghadapi tantangan serius dalam menjaga kelangsungan layanan transfusi darah.
Minimnya pendonor aktif serta tingginya tunggakan pembayaran dari sejumlah rumah sakit menjadi hambatan utama yang membebani operasional PMI di provinsi ini.
Kepala Unit Transfusi Darah PMI Provinsi Bengkulu, dr. Vinni Restu Insani, mengungkapkan bahwa hingga pertengahan Juli 2025, PMI masih mengalami kekurangan pasokan darah sekitar 10 persen dari total kebutuhan rumah sakit.
“Kami masih memiliki tunggakan mencapai sekitar Rp1 miliar dari berbagai rumah sakit, dan ini sangat berdampak pada kemampuan operasional PMI. Salah satu yang terbesar berasal dari rumah sakit umum milik pemerintah provinsi,” kata dr. Vinni, Selasa 15 Juli 2025.
BACA JUGA:Rp600 Miliar untuk Infrastruktur, Gubernur Helmi Hasan Fokus Perkuat Program Bantu Rakyat
BACA JUGA:TPP ASN Pemprov Bengkulu Akan Naik, Ini Syarat dari Gubernur Helmi
Kondisi tersebut menghambat kelangsungan pasokan kantong darah, pembelian peralatan medis, hingga perawatan alat laboratorium yang sangat vital dalam proses pengolahan darah.
Padahal, permintaan darah di rumah sakit terus meningkat seiring bertambahnya pasien yang membutuhkan transfusi.
“Biaya operasional seperti kantong darah dan logistik semakin mahal, sementara pendapatan tidak seimbang karena ada banyak rumah sakit yang menunggak. Kami harap ada komitmen penyelesaian,” tambah dr. Vinni.
Di tengah tantangan ini, PMI Provinsi Bengkulu tetap menjalankan misi kemanusiaan dengan mengandalkan semangat solidaritas masyarakat.
Ketua PMI Provinsi Bengkulu, Asnawi Alamat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan donor darah, mulai dari instansi pemerintah, swasta, organisasi masyarakat, hingga komunitas sosial.
BACA JUGA:Redmi A5 Tawarkan Layar Mulus dan Kamera Tajam di Harga 1 Jutaan, Intip Performanya
BACA JUGA:Jadi Pemasok Program MBG, Supplier Ikan Ini Berhasil Kembangkan Usaha Berkat Pinjaman BRI
"Syukur alhamdulillah, pelaksanaan donor darah hari ini berjalan dengan baik dan tertib. Kita menargetkan seribu kantong darah, dan insya Allah capaian itu akan terpenuhi berkat dukungan luar biasa dari berbagai elemen," ujar Asnawi.
PMI berharap adanya solusi konkret dari pihak rumah sakit terkait penyelesaian tunggakan, agar layanan transfusi darah tetap optimal dan dapat terus menyelamatkan nyawa.