
RAKYATBENGKULU.COM - Akses terhadap pendidikan yang layak dan berkualitas kini bukan lagi sekadar harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem di Provinsi Bengkulu.
Pemerintah resmi menghadirkan Sekolah Rakyat (SR) sebagai solusi konkret dalam memerangi kemiskinan antargenerasi.
Salah satu sekolah yang telah beroperasi adalah Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 6 Kota Bengkulu, yang berlokasi di kawasan Sentra “Dharma Guna”, unit pelaksana teknis dari Kementerian Sosial RI.
Sekolah ini memberikan layanan pendidikan gratis dan berbasis asrama, mencakup fasilitas makan, tempat tinggal, hingga laboratorium komputer dan kebun hidroponik.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni dalam kunjungannya ke SRMA 6 Kota Bengkulu--Ist/Rakyatbengkulu.com
BACA JUGA:Dukung Penuh Ajang Bujang Gadis Bengkulu 2025, Gubernur Helmi Hasan: Bukan Sekadar Kontes
BACA JUGA:Efisiensi Anggaran, Sidang Isbat Nikah Massal di Mukomuko Tahun 2025 Ditunda
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni dalam kunjungannya ke SRMA 6, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan belajar ini sebagai modal utama mengubah masa depan.
“Kalian sangat beruntung bisa diterima di sekolah ini. Karena selain fasilitas pendidikan, makan dan asrama juga disediakan secara gratis. Semuanya ditanggung pemerintah. Jadi, manfaatkanlah kesempatan ini. Belajarlah dengan tekun untuk meraih cita-cita,” pesan Herwan dalam amanatnya, Selasa 15 Juli 2025.
Program Sekolah Rakyat merupakan kebijakan nasional yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto, dengan misi utama memutus rantai kemiskinan melalui pemerataan akses pendidikan.
Tidak hanya APBN yang mendanai, keberlangsungan SR juga melibatkan sektor swasta dan sinergi lintas kementerian.
BACA JUGA:Istri dan Anak Rohidin Bersaksi via Daring di Sidang Tipikor Bengkulu
BACA JUGA:Rp600 Miliar untuk Infrastruktur, Gubernur Helmi Hasan Fokus Perkuat Program Bantu Rakyat
Di Bengkulu, sebagian besar siswa SRMA 6 berasal dari latar belakang ekonomi yang sangat terbatas.
Kepala Sentra “Dharma Guna”, Syam Wuryani menyebut bahwa seleksi penerimaan dilakukan secara ketat dan objektif.