Program ini diharapkan dapat mempermudah masyarakat kurang mampu dalam mengakses pelayanan kesehatan di rumah sakit tanpa terkendala biaya.
Sementara itu, pada sektor ketenagakerjaan, pembukaan lowongan kerja yang digelar di Balai Raya Semarak Bengkulu beberapa waktu lalu menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran di Provinsi Bengkulu.
Menghadapi tahun 2026, Gubernur Helmi Hasan optimistis berbagai capaian sepanjang 2025 dapat menjadi fondasi kuat untuk kinerja pemerintahan yang lebih baik.
Ke depan, fokus pembangunan diarahkan pada program-program yang benar-benar bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu prioritas yang disoroti adalah normalisasi drainase dan sungai di wilayah Bengkulu dengan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota.
“Kita ingin melibatkan kabupaten dan kota terkait normalisasi siring (drainase) hingga sungai. Siring yang menjadi penyumbatan serta lokasi-lokasi yang seharusnya tidak boleh dibangun. Tadi saya sudah meminta PU menggelar rapat koordinasi dengan PU kabupaten dan kota untuk memetakan kondisi sungai dari hulu hingga hilir sesuai kewenangan masing-masing,” tutup Helmi.