Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Seluma, Deddy Ramdhany, menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk menyukseskan program pusat ini dengan pengawasan ketat pada sisi teknis distribusi.
"Saat ini sudah ada lima dapur SPPG yang beroperasi dan dalam waktu dekat akan bertambah dua dapur lagi, termasuk dapur SPPG di wilayah 3T,” jelas Deddy.
Pemerintah Kabupaten Seluma berencana memperluas jangkauan layanan ke desa-desa tertinggal, terluar, dan terpencil (3T) pada Februari mendatang. Ketentuan distribusi yang sangat ketat menjadi alasan utama pembangunan dapur baru di pelosok.
“Di Kabupaten Seluma terdapat 32 desa kategori 3T, dan saat ini 12 desa sudah dalam tahap persiapan dapur MBG yang tersebar di 14 kecamatan,” tutupnya.
Sesuai aturan, apabila jarak tempuh dari dapur ke lokasi distribusi melebihi 20 menit, maka wilayah tersebut wajib memiliki dapur mandiri guna menjaga kualitas dan kesegaran makanan yang disajikan.