Drama terjadi menjelang akhir waktu normal. Senegal sempat mencetak gol pada masa tambahan babak kedua, namun dianulir wasit karena adanya pelanggaran lebih dahulu.
BACA JUGA:Isra Mikraj 1447 H, Menag Serukan Pertobatan Ekologis dan Kepedulian Lingkungan
BACA JUGA:Genjot PAD Bengkulu Tengah, BKD Turun Langsung Data Potensi Pajak Perusahaan
Tak lama berselang, Maroko mendapatkan hadiah tendangan penalti pada menit 90+8 setelah wasit melakukan tinjauan VAR dan menilai Brahim Diaz dilanggar di kotak terlarang Senegal.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari para pemain Senegal.
Bahkan, skuad asuhan Pape Thiaw sempat meninggalkan lapangan sehingga pertandingan tertunda lebih dari 10 menit.
Setelah laga kembali dilanjutkan, penalti yang dieksekusi Brahim Diaz berhasil digagalkan oleh kiper Senegal, Edouard Mendy, dan memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan.
Pada babak tambahan, Senegal akhirnya memecah kebuntuan.
Melalui skema serangan balik cepat pada menit ke-94, Pape Gueye sukses menyelesaikan peluang menjadi gol dan membawa Senegal unggul 1-0.
Tertinggal satu gol, Maroko berupaya meningkatkan tekanan untuk mencari gol penyeimbang.
Namun, hingga babak tambahan berakhir, upaya tersebut tak membuahkan hasil. Skor 1-0 bertahan dan memastikan Senegal keluar sebagai juara Piala Afrika 2025.