Meski demikian, Rosminiarty mengakui masih terdapat tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan belum meratanya partisipasi di seluruh wilayah.
“Kami ingin Kampung KB menjadi episentrum pembangunan keluarga. Fokus ke depan tetap pada penurunan stunting, peningkatan kualitas kesehatan reproduksi, pemberdayaan ekonomi perempuan, serta perlindungan anak,” pungkasnya.