Imbauan Nasional, Jamaah Umrah Bengkulu Diminta Tunda Keberangkatan

Senin 02-03-2026,14:19 WIB
Reporter : Riko Dwi Apriansyah
Editor : Febi Elmasdito

BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bengkulu memastikan imbauan penundaan keberangkatan umrah dari pemerintah pusat berlaku bagi seluruh calon jamaah, termasuk yang berasal dari Bengkulu.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif menyikapi dinamika keamanan di kawasan Timur Tengah yang dinilai belum sepenuhnya stabil.

Kepala Kanwil Kemenhaj Provinsi Bengkulu, Intihan, menegaskan bahwa pihaknya mengikuti arahan pusat tanpa pengecualian.

“Karena sifatnya nasional, maka imbauan ini otomatis berlaku juga bagi jamaah umrah asal Bengkulu. Kami mengajak seluruh calon jamaah untuk menunda keberangkatan sampai situasi benar-benar kondusif,” ujar Intihan, Senin 2 Maret 2026.

BACA JUGA:Uji Lab BPOM Aman, Dinkes Mukomuko Tetap Pantau Takjil di Pasar Ramadan

BACA JUGA:Gubernur Bengkulu Helmi Hasan Pastikan Program Pro-Rakyat Berlanjut Usai Safari Ramadan

Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merujuk pada arahan Wakil Menteri Haji RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, yang meminta penundaan sementara demi mengutamakan faktor keselamatan.

Menurutnya, perlindungan jamaah menjadi prioritas utama pemerintah di tengah ketidakpastian situasi global.

“Kami tidak ingin ada risiko sekecil apa pun terhadap jamaah. Ini murni langkah kehati-hatian. Lebih baik menunggu daripada mengambil risiko yang tidak perlu,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Kanwil Kemenhaj Bengkulu telah menginstruksikan seluruh Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di daerah untuk menyosialisasikan imbauan tersebut secara transparan kepada calon jamaah, termasuk terkait penjadwalan ulang keberangkatan.

BACA JUGA:Makin Mewah, Honda PCX160 Meluncur dengan Pilihan Warna Terbaru

BACA JUGA:Safari Ramadan 1447 H, Helmi Hasan Salurkan Bantuan dan Siapkan Rp30 Miliar Atasi Banjir Rawa Makmur

Selain faktor keamanan, situasi penerbangan internasional menuju Timur Tengah juga mengalami gangguan. Sejumlah maskapai dilaporkan menghentikan atau membatasi operasional pada beberapa rute.

Maskapai seperti Etihad Airways, Qatar Airways, dan Emirates disebut menangguhkan penerbangan pada sejumlah rute utama. Beberapa maskapai Asia dan Timur Tengah lainnya juga melakukan pembatalan maupun evaluasi operasional secara berkala.

Kondisi tersebut, kata Intihan, semakin memperkuat alasan pemerintah untuk meminta jamaah menunda perjalanan ibadah hingga situasi kembali normal.

Tags :
Kategori :

Terkait