BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Bengkulu menargetkan capaian Identitas Kependudukan Digital (IKD) sebesar 30 persen pada 2026.
Target tersebut tetap dipertahankan meski pemerintah pusat masih menyiapkan kemungkinan perubahan format atau sistem baru IKD.
Kepala Dinas Dukcapil Kota Bengkulu, Widodo, mengatakan pihaknya masih menunggu petunjuk teknis terkait format terbaru IKD dari pemerintah pusat.
“Target IKD kita masih di angka 30 persen. Memang ada informasi akan ada format baru, tapi sampai sekarang belum dirilis. Jadi kami masih menunggu petunjuk teknis, apakah nanti yang sudah punya IKD tetap dihitung atau kembali dari awal,” ujar Widodo, Kamis 2 April 2026.
BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Masih Kaji Rekrutmen ASN 2026, Ini Alasannya
BACA JUGA:Pelindo Bengkulu Siapkan 215 Hektar Kawasan Industri di Pulau Baai
Meski menunggu kejelasan regulasi, Dukcapil Bengkulu memastikan percepatan digitalisasi identitas tetap berjalan.
Setiap warga yang mengurus administrasi kependudukan, termasuk pembuatan KTP baru, langsung diarahkan untuk mengaktifkan IKD.
“Pada prinsipnya kami tetap jalan. Masyarakat yang datang mengurus administrasi kependudukan langsung kita arahkan ke IKD. Terlepas nanti ada perubahan sistem atau jaringan, upaya percepatan tetap kita lakukan,” tegasnya.
Namun, implementasi IKD masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan. Salah satunya adalah belum meratanya kewajiban penggunaan IKD di berbagai layanan publik.
BACA JUGA:Rahasia Sate Bandeng Lezat, Resep Khas Banten yang Wajib Dicoba
BACA JUGA:Cuan Melimpah! Intip Ramalan 5 Shio yang Peluang Usaha Sangat Bagus di Awal April 2026 Ini
“Kalau penggunaan IKD sudah diwajibkan di semua layanan, otomatis masyarakat akan mengurus IKD saat mereka butuh. Tapi saat ini belum semua lembaga pengguna menerapkannya,” jelasnya.
Selain itu, keterbatasan perangkat juga menjadi kendala, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki smartphone yang mendukung aplikasi IKD serta kalangan lanjut usia.
“Masih ada masyarakat yang HP nya belum support, dan juga warga lansia yang sebagian besar belum menggunakan smartphone. Ini juga jadi tantangan kita dalam mendorong IKD lebih luas," tutupnya.