BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – PT Astra Honda Motor (AHM) bersama jaringan Honda terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui program SMK Mitra Binaan PT AHM di Provinsi Bengkulu.
Program ini bertujuan mencetak lulusan SMK yang kompeten, siap kerja, dan sesuai dengan kebutuhan industri otomotif roda dua.
Program pembinaan tersebut menjadi bentuk sinergi antara dunia pendidikan dan industri dalam menghadapi perkembangan teknologi otomotif yang semakin modern, mulai dari sistem injeksi, kelistrikan, hingga kendaraan listrik.
Melalui konsep link and match, kurikulum Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) PT AHM disesuaikan dengan kebutuhan dunia industri agar lulusan SMK memiliki kemampuan praktik berstandar industri.
BACA JUGA:Harga Cabai dan Ayam Berpotensi Naik Jelang Idul Adha, Ini Langkah Disperindag
BACA JUGA:BPK Ungkap Salah Saji Anggaran Rp2,1 Miliar di Rejang Lebong, TAPD dan SKPD Disorot
Di Provinsi Bengkulu, terdapat 12 sekolah yang tergabung dalam program SMK Mitra Binaan PT AHM, yakni SMK Negeri 2 Bengkulu Utara, SMK Negeri 3 Bengkulu Selatan, SMK Negeri 6 Kota Bengkulu,
SMK S9 Muhammadiyah, SMK Negeri 7 Rejang Lebong, SMK Negeri 6 Rejang Lebong, SMK Negeri 2 Lebong, SMK Negeri 3 Kaur, SMK Negeri 3 Seluma, SMK Negeri 4 Kepahiang, SMK Negeri 4 Bengkulu Tengah, dan SMK Negeri 5 Bengkulu Selatan.
Melalui program tersebut, sekolah mendapatkan dukungan berupa penerapan kurikulum TBSM PT AHM, pelatihan dan sertifikasi guru, bantuan sarana praktik, pengembangan laboratorium berstandar industri, hingga pembelajaran bersama instruktur industri.
Selain itu, siswa juga memperoleh kesempatan mengikuti praktik kerja lapangan, pengenalan teknologi terbaru, serta Uji Kompetensi Keahlian (UKK) berstandar industri yang setara dengan Technical Training Level (TTL) 1 PT AHM.
BACA JUGA:BPK Temukan Tiga Kesalahan Penganggaran di Rejang Lebong, Belanja Modal Jadi Sorotan
Vocational Manager Astra Motor Bengkulu, Lucky Hendrik Roberto Latupapua mengatakan, program pembinaan SMK menjadi bentuk kontribusi industri dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi sekaligus menjawab kebutuhan tenaga kerja di bidang otomotif.
“Tujuan dari kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa melalui pendidikan vokasi industri. Kurikulum TBSM PT. AHM disusun secara berkesinambungan. Honda juga memastikan Kurikulum TBSM PT. AHM menjadi jembatan para lulusan SMK untuk bekerja, atau dalam artian semakin link and match antara dunia pendidikan dan dunia usaha,” katanya.
Menurutnya, pembinaan berkelanjutan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki karakter disiplin, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi otomotif modern.