BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Pemerintah Kota Bengkulu mulai mempercepat pelaksanaan program nasional Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan menerapkan strategi jemput bola ke sekolah dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan capaian pemeriksaan kesehatan masyarakat yang saat ini baru mencapai 2,07 persen.
Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi dan Advokasi Pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang digelar di Hotel Adeva Bengkulu.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran OPD, kepala puskesmas, serta berbagai stakeholder terkait.
Rapat koordinasi juga dihadiri Asisten I Setda Kota Bengkulu, Alex Periansyah, yang mewakili Wali Kota Bengkulu sekaligus membuka kegiatan secara resmi.
BACA JUGA:Jelang Iduladha, Hewan Kurban di Bengkulu Jalani Pemeriksaan Ante Mortem
Program ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Bengkulu mengejar target nasional pemeriksaan kesehatan sebesar 26 persen hingga akhir tahun 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Nelli Hartati mengatakan, berdasarkan data aplikasi Dinas Kesehatan, capaian program CKG di Kota Bengkulu saat ini masih berada di angka 2,07 persen.
Sementara itu, target nasional yang harus dicapai hingga akhir tahun 2026 sebesar 26 persen, dengan sasaran jangka panjang mencapai 46 persen dari total penduduk Kota Bengkulu.
“Untuk mengejar target itu, kami akan melakukan kunjungan langsung ke OPD dan sekolah-sekolah. Strategi jemput bola ini diharapkan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pemeriksaan kesehatan gratis,” ujar Nelli, Rabu 20 Mei 2026.
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Fokus Rampungkan FS dan AMDAL Pembangunan Sirkuit Balap
BACA JUGA:Program SMK Mitra Binaan AHM Cetak Lulusan Siap Kerja di Bengkulu
Ia menjelaskan, pemeriksaan kesehatan gratis nantinya akan diintegrasikan dengan proses penerimaan murid baru di sekolah yang berada di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan maupun Kementerian Agama.
“Kami ingin seluruh lapisan masyarakat mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan, mulai dari bayi, balita, remaja, dewasa hingga lansia,” katanya.