Etomidate bekerja pada sistem saraf pusat dan dapat memengaruhi tingkat kesadaran.
Penggunaan yang tidak tepat berpotensi menimbulkan efek seperti mengantuk, kebingungan, hingga gangguan koordinasi.
Selain itu, pemberian etomidate juga dapat menyebabkan gerakan otot tidak terkendali atau myoclonus.
BACA JUGA:Sering Kurang Tidur? Waspadai Risiko Berat Badan Naik
BACA JUGA:Rutan Manna Gelar Baksos di Lubuk Langkap, Warga Dapat Pengobatan Gratis dan Sembako
Pada kondisi tertentu, efek tersebut dapat menyerupai kejang sehingga membutuhkan penanganan medis.
3. Berisiko Menekan Pernapasan
Etomidate dapat memengaruhi fungsi pernapasan, terutama apabila diberikan dalam kondisi atau dosis tertentu.
Efek ini menjadi lebih berisiko apabila pengguna mengombinasikannya dengan zat lain yang juga menekan sistem saraf pusat.
Dalam kondisi berat, gangguan tersebut dapat menyebabkan henti napas atau apnea sehingga membutuhkan pertolongan medis segera.
BACA JUGA:Rutan Manna Gelar Baksos di Lubuk Langkap, Warga Dapat Pengobatan Gratis dan Sembako
BACA JUGA:4 Pesan Karutan Manna untuk Petugas: Disiplin, Waspada, Sehat dan Bersih dari HALINAR
4. Menghambat Produksi Kortisol
Salah satu karakteristik penting etomidate adalah kemampuannya menghambat enzim yang berperan dalam produksi kortisol.
Efek ini menjadi perhatian terutama pada paparan berulang atau berkepanjangan.
Kortisol berperan dalam membantu tubuh menghadapi stres dan mempertahankan berbagai fungsi tubuh.