Kemudian, aplikasikan sampo terutama pada kulit kepala, bukan menggosok seluruh panjang rambut secara berlebihan.
Cara ini membantu membersihkan minyak, sel kulit mati, dan penumpukan produk tanpa membuat ujung rambut terlalu kering.
Selanjutnya, gunakan conditioner setelah keramas untuk membantu melembapkan dan mengurangi risiko rambut patah.
BACA JUGA:Helmi Hasan Buka Kanal Aduan Lewat Live, Warga Bisa Sampaikan Keluhan Langsung
BACA JUGA:Bujang Gadis Bengkulu 2026 Terpilih, Ridho dan Fildzah Jadi Duta Pariwisata
Saat rambut masih basah, perlakukan dengan lembut karena rambut lebih mudah mengalami kerusakan.
Gunakan handuk dengan cara menekan atau membungkus rambut, bukan menggosoknya dengan kuat.
Selain itu, batasi paparan panas berlebihan dari pengering, catokan, atau alat styling lainnya karena panas dapat merusak batang rambut.
Kapan Rambut Rontok Perlu Diperiksa?
Jika rambut terus menipis, muncul bagian kepala yang botak, atau kerontokan meningkat secara signifikan, jangan langsung menyalahkan kebiasaan keramas.
BACA JUGA:Bukan Cuma Pandai Bicara, 3 Zodiak Ini Dikenal Jago Berargumen
BACA JUGA:Film Avengers: Endgame Encore 4 Oktober 2026 di Bengkulu, Jangan Lewatkan!
Kerontokan dapat dipengaruhi banyak faktor, termasuk keturunan, stres, penyakit tertentu, perubahan hormon, obat-obatan, hingga kondisi kulit kepala.
Dengan demikian, anggapan bahwa sering keramas pasti menyebabkan rambut rontok merupakan mitos jika yang dimaksud adalah kerontokan dari akar.
Namun, cara keramas yang terlalu kasar dan rutinitas yang tidak sesuai kebutuhan rambut memang dapat meningkatkan risiko rambut kering, rusak, dan patah.