Berikutnya terdapat DAK Nonfisik sekitar Rp114 miliar.
Kemudian DAK Fisik diproyeksikan sekitar Rp24 miliar.
BACA JUGA:Naik Turun Motor Tak Boleh Asal, Ini 5 Teknik Aman dari Honda Bengkulu
BACA JUGA:Pemprov Bengkulu Pinjamkan Bus BRT ke UMB, Mobilitas Mahasiswa Kini Lebih Mudah
Dana Desa mencapai sekitar Rp46 miliar.
Sementara Dana Bagi Hasil (DBH) diperkirakan sekitar Rp15,8 miliar.
Jika seluruh komponen tersebut dijumlahkan, nilainya mencapai sekitar Rp684,8 miliar.
Angka itu hampir sama dengan proyeksi Rp686 miliar di luar PAD.
Kondisi tersebut memperlihatkan betapa dominannya transfer dalam struktur keuangan daerah Mukomuko.
Mengapa PAD Mukomuko menjadi tantangan?
Haryanto mengatakan peningkatan PAD menjadi pekerjaan penting pemerintah daerah.
Target Rp80 miliar harus dikejar melalui optimalisasi berbagai sumber pendapatan daerah.
"Memang PAD kita Rp80 miliar ini harus terus kita genjot. Karena selama ini struktur APBD kita masih didominasi dana transfer," katanya.
Pemerintah daerah perlu mengoptimalkan potensi pajak dan retribusi daerah.
Namun, peningkatan pendapatan tersebut tetap harus mempertimbangkan kemampuan masyarakat.
Pemkab Mukomuko tidak ingin peningkatan PAD justru menciptakan beban baru bagi masyarakat.