BENGKULU, RAKYATBENGKULU.COM – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Bengkulu berlangsung tegang, Rabu, 4 November 2026.
Massa sempat terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian yang berjaga.
Demonstrasi tersebut digelar Aliansi Bengkulu Menolak Diam.
Mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi menyampaikan enam tuntutan terkait persoalan nasional dan daerah.
BACA JUGA:Polda Bengkulu Tindak Lanjuti Evaluasi Personel Usai Pengamanan Demo Hari Tani
Massa berasal dari Universitas Bengkulu (Unib), UIN Fatmawati Sukarno (UINFAS), Universitas Dehasen, dan Universitas Hazairin (Unihaz).
Selain itu, mahasiswa STIA dan STIESNU juga bergabung dalam aksi tersebut.
Salah satu isu utama yang disuarakan mahasiswa adalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Mereka mendesak pemerintah menetapkan karhutla di sejumlah wilayah Indonesia sebagai bencana nasional.
Mahasiswa juga meminta pemerintah menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab atas terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Selain isu lingkungan, massa menyampaikan kritik terhadap dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Simbol tiga jari yang diperlihatkan mahasiswa menjadi bagian dari ekspresi protes terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.
Aksi sempat memanas ketika massa berupaya memasuki area Gedung DPRD Provinsi Bengkulu.
Aparat kepolisian yang berjaga berusaha mempertahankan barikade pengamanan.