Ia memastikan program-program Bantu Rakyat tetap menjadi bagian dari agenda pemerintah daerah.
Karena itu, seluruh pemerintah kabupaten dan kota diminta membangun kesamaan langkah.
Apa yang Dilakukan Aparatur Selama Retret Merah Putih?
Berbeda dengan kegiatan rapat atau kunjungan kerja biasa, Retret Merah Putih dirancang sebagai pengabdian langsung.
Aparatur pemerintah akan berada di desa atau kelurahan selama tiga sampai lima hari.
Selama kegiatan berlangsung, jajaran pemerintah akan melihat kondisi masyarakat secara langsung.
BACA JUGA:Di Retret PWI, Kadiv Humas Polri Bicara Blak-blakan soal Kebebasan Pers
BACA JUGA:Rangkaian HPN 2026, PWI dan Kemenhan Gelar Retret Perkuat Pers Profesional dan Berwawasan Kebangsaan
Mereka juga mendengarkan aspirasi dan keluhan warga.
Selain itu, aparatur akan mengidentifikasi berbagai persoalan yang membutuhkan penanganan pemerintah.
Hasil identifikasi tersebut diharapkan menjadi dasar pencarian solusi bersama.
Helmi menegaskan, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat.
Pelayanan publik tidak cukup hanya dilakukan dari balik meja kantor.
“Kita ingin pemerintah benar-benar hadir di tengah-tengah masyarakat. Melalui Program Retret Merah Putih ini, kita akan turun langsung ke desa dan kelurahan, mengabdi selama tiga sampai lima hari, melihat kondisi masyarakat, mendengarkan keluhan mereka, dan bersama-sama menyelesaikan persoalan yang ada,” tegasnya.
Menurut Helmi, kehadiran aparatur secara langsung diharapkan membantu pemerintah memahami kebutuhan riil masyarakat.
Dengan begitu, penanganan persoalan dapat lebih sesuai dengan kondisi di lapangan.